Ini Cara Atasi Gangguan Pendengaran pada Anak

Grafis: Bagus/Jawa Pos
Grafis: Bagus/Jawa Pos
Grafis: Bagus/Jawa Pos

POJOKSATU – Cepatlah bertindak tatkala anak mengalami gangguan pendengaran.  Menurut dr Artono SpTHT-KL, gangguan pendengaran bisa dialami anak sejak masih dalam kandungan. Penyebabnya penularan virus dari ibu ke anak maupun faktor keturunan.

Beberapa kondisi bayi baru lahir juga memengaruhi terjadinya gangguan organ pendengaran. Di antaranya, berat lahir bayi rendah, prematur, lahir kuning (hiperbilirubinemia), serta tidak menangis saat dilahirkan.

Meski demikian, ketulian (deafness) mungkin baru terdeteksi saat anak cukup besar. Ada gejala-gejala yang mengarah pada gangguan pendengaran (selengkapnya lihat grafis di atas).

Bila anak telah dipastikan mengalami gangguan pendengaran, ada upaya memperbaiki pendengaran pada anak. Yakni, melalui implan koklea (cochlear implant). Caranya, dipasang koklea buatan pada telinga anak.


Untuk mengaktifkan titik-titik elektroda tadi, magnet dipasang di sisi belakang kepala. ’’Nanti juga dipasang semacam headset dan pengatur volume yang diprogram lewat software,’’ imbuh spesialis telinga hidung tenggorok-kepala leher tersebut.

Pengoperasian implan itu bertahap. Sebab, anak perlu dibiasakan mendengar suara yang masuk. Pada satu bulan pertama pemakaian, alat akan diset pada level volume terendah.

Pada bulan kedua atau ketiga pemakaian, dilakukan mapping atau evaluasi ’’penerimaan’’ terhadap suara.

Mapping tersebut dilakukan secara rutin. Di samping evaluasi, software pengatur alat bantu dengar (ABD) diperbarui. Selanjutnya, anak bisa mengeset sendiri volume ABD mereka.

’’Setelah dapat ABD, anak diterapi wicara. Ibaratnya, anak baru lahir. Kemampuan bicara mereka masih selevel anak baru lahir,’’ ungkap supervisor Unit Rawat Jalan (URJ) THT-KL RSUD dr Soetomo itu.

Jika diterapi pada golden period atau rentang usia 0–3 tahun, anak bisa meminimalkan ketertinggalan kemampuan bicaranya dengan cepat.

Berdasar pengalaman, anak dengan cochlear implant bisa beraktivitas normal. ’’Asal tidak kena benturan, aman. Cukup sekali operasi seumur hidup,’’ tegasnya. (fam/c6/nda)