Pesona Wisata Mistis Lawang Sewu

Foto: Lensa Manual Blogspot, Lawang Sewu
Foto: Lensa Manual Blogspot, Lawang Sewu
Foto: Lensa Manual Blogspot, Lawang Sewu

POJOKSATU – Sejarah dan mistis, adalah dua kata yang tak dapat dipisahkan dari keberadaan bangunan tua Lawang Sewu yang terletak di pusat Kota Semarang tepatnya di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein, dibangun pada tahun 1903. Didesain oleh Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J Queendag, dua orang berkebangsaan Belanda.

Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij adalah nama resmi dari Lawang Sewu, namun bangunan ini lebih dikenal dengan sebutan Lawang Sewu karena memiliki pintu dalam jumlah yang sangat banyak. Dalam bahasa Jawa, Lawang Sewu berarti “Seribu Pintu”.

Lawang Sewu menjadi saksi bisu beragam peristiwa sejarah yang pernah terjadi di Semarang. Tempat ini pernah menjadi kantor Djawatan Kereta Api pada masa Kolonial Belanda. Bahkan, Lawang Sewu juga pernah dijadikan penjara untuk menyiksa orang pribumi oleh tentara Jepang.

Bangunan sudut dengan menara kembar model gotik di sisi kanan  dan kiri gerbang utama, mengikuti desain arsitektur morfologi yang mengesankan bangunan kokoh, besar, dan indah.


Sebenarnya bangunan ini sangat eksotis, namun karena kurang perawatan dari pemerintah setempat membuat bangunan ini seperti tak terurus, yang menambah keangkeran bangunan ini.

Saat ini, bangunan Lawang Sewu menjadi tempat wisata mistis Kota Semarang. Siapapun yang mengunjungi Kota Semarang, rasanya belum sempurna jika tak berkunjung ke Lawang Sewu untuk menikmati wisata mistis.

Pada 18 September 1945, terjadi pertempuran hebat antara Angkatan Muda Kereta Api Indonesia yang berusaha merebut bangunan ini dari tangan Kempetai dan Kido Butai Jepang. Untuk mengenang jasa-jasa mereka yang gugur dalam pertempuran 5 hari tersebut, di depan Lawang Sewu dibangun sebuh tugu peringatan.

Dahulunya, ruang bawah tanah dari bangunan ini digunakan sebagai penampung air oleh Pemerinta Belanda. Itu terlihat dari pipa besar yang malang melintang di dalam, namun semenjak diambil alih oleh Pemerintah Jepang, bangunan ini dialih fungsikan menjadi penjara tempat penyiksaan para pejuang pribumi, dijadikan penjara duduk, penjara berdiri, dan ruang eksekusi.

Tak terhitung berapa banyak korban akibat penyiksaan yang dilakukan oleh tentara jepang. Hal ini menjadikan tempat ini sebagai gedung misteri yang banyak dihuni oleh para makhluk halus jelmaan korban dari kekejaman masa penjajahan Jepang.

Konon katanya banyak sekali yang sering diganggu oleh penghuni Lawang Sewu ketika berkunjung kesini, tempat ini pula pernah dijadikan tempat uji nyali yang memakan korban, peserta uji nyali meninggal setelah diganggu makhluk halus di Lawang Sewu.

Penjara duduk, yang jumlahnya puluhan, adalah ruang berukuran sekitar 3 x 3 meter setinggi 1 meter. Para tawanan dipaksa duduk di dalam kotak itu dalam genangan air. Permukaan ditutup dengan besi. Tawanan harus terus duduk supaya bisa bernafas.

Penjara berdiri adalah kotak berukuran 1×1 meter persegi setinggi skeitar dua meter. satu kotak penjara berdiri diisi oleh 5 orang tawanan supaya tawanan berdesakan hingga tidak bisa duduk. Penjara ini diberi kawat berduri.

Tak hanya itu, sebuah ruangan di Lawang Sewu yang terhubung dengan sungai di belakang gedung digunakan sebagai ruang ekskusi bagi para tawanan yang membangkang. Konon, kepala para tawanan dipenggal dan dibuang ke sungai di belakang gedung hingga air sungai berubah merah.

Lawang Sewu ini terdiri dari sebuah bangunan utama yang membentuk huruf U dengan taman terbuka di bagian dalam. Dari pintu utama kita langsung disambut sebuah tangga besar menuju lantai 2. Di bagian bordes tangga terpasang sebuah kaca grafir yang menutupi jendela dengan ukiran yang indah.

Beberapa paranormal, pernah membuat acara melukis makhluk-makhluk halus yang diperkirakan menetap di Lawang Sewu. Belasan sosok diilustrasikan oleh para seniman dan paranormal. Sosok yang paling mistis dan menyeramkan adalah noni Belanda yang cantik dan hantu pejuang pribumi tanpa kepala yang sering mengganggu pengunjung Lawang Sewu.

Dengan sejarah kelam seperti itu, tak heran jika Lawang Sewu dikenal sebagai tempat wisata yang angker. Ada berbagai jenis makhluk halus yang menghuni gedung ini. (zul)