Heboh, King Suleiman Dicekal di Bogor

Drama King Suleiman yang tayang di ANTV
Drama King Suleiman yang tayang di ANTV
Drama King Suleiman yang tayang di ANTV

POJOKSATU – Ditemani camilan dan teh hangat, malam itu Iis duduk manis di depan layar televisi 32 inch. Di hadapan tv bermerek ternama, ibu rumah tangga itu menyaksikan tayangan mega serial ’King Suleiman’. Tapi rasa penasarannya berubah. Seketika raut wajah Iis mengerut. Bibirnya ngoceh sambil mengepalkan tangan, meski ia melihat sosok wajah tampan.

Iis mengumpat dan mengungkapkan kekesalannya saat menyaksikan tayangan ’King Suleiman’. Ya, baru sekali nongol, serial yang muncul di ANTV itu pun seketika menuai kontroversi. “Kok begitu sih,” kata warga Kebonkelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor itu. “Wah ini sudah melecehkan,” tambah ibu dua anak itu.

Meski tayang tanpa jeda iklan, Iis nampaknya kecewa. Terlebih sebagai wanita ia risih melihat bintang perempuannya mengumbar aurat. “Padahal kan slogannya drama islami,” katanya lagi.

Bukan hanya Iis, di media sosial, mega serial ini juga menuai kecaman. ’King Suleiman’ yang tayang perdana Senin (22/12) itu dianggap menyesatkan sejarah Islam dan melecehkan pemimpin Islam. ”Film serial KING suleiman… pelecehan kepada golongan tertentu ANTV Telah menyakiti swbagian besar penduduk Indonesia…. Penyesatan sejarah. DISTORSI sejarah ISLAM dg melecehkan para khalifah yg baik. Stlh THE DRACCULA kini KING SULAIMAN di antv jam 21,30,” tulis akun @Fahmisalim2.


Ada juga yang meminta serial berlatar belakang sejarah kekaisaran Ottoman (Kesultanan Ustmaniyah) untuk dilaporkan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Seperti yang dilakukan akun @jumbowae yang kemudian melaporkan tayangan yang diboyong dari Turki tersebut ke senator Fahira Idris. ”Lapor @KPI_Pusat? @jumbowae: @Dahnilanzar @SangPencerah Web Film King Sulaiman tidak islami & merendahkan wanita islam. Tolong KPI disentil,” tulis @fahiraidris.

“Ni drama slogannya drama yg islami, tp umbar aurat para artis ceweknya, deuh dmana islaminya?”. Demikian pula akun @asafarosh, yang menyampaikan, “King Suleiman, tayang di ANTV, satu lagi film yang memutar balikkan fakta tentang sejarah Islam.” @AnaOgi pun menulis, ”King Sulaiman yg disiarkan @antv menyakitkan penduduk mayoritas Indonesia. Di Turki sj dilarang tayang,” sambil memention akun resmi ANTV.

Drama seri asal Turki yang terinspirasi dari sejarah Kesultanan Utsmaniyah itu popularitasnya mendunia membuat ANTV tidak segan menghadirkannya. Bahkan ’King Suleiman’ tayang dua jam nonstop tanpa jeda iklan.

’King Suleiman’ merupakan serial drama asal Turki yang sukses meraih perhatian pemirsa televisi di 60 negara. Untuk episode perdana ANTV memutarnya selama 2 jam tanpa iklan. Dalam sejarah Islam, King Suleiman atau Sultan Sulaiman Al Qanuni merupakan Khalifah kesepuluh dalam Khilafah Ustmaniyah setelah Utsman, Orkhan, Murad I, Bayazid I, Muhammad I, Murad II, Muhammad Al Fatih, Bayazid II dan Salim I.

Pada masa kepemimpinannya, Suleiman berhasil menyusun sistem undang-undang Daulah Turki Utsmani berdasarkan syariat Islam. Keberhasilannya menyusun UU tersebut membuatnya digelari Al Qanuni.

Banyak hal yang membuat film ’King Suleiman’ menuai protes. Pertama film tersebut dinilai tidak sesuai fakta sejarah. Sebab, film ’King Suleiman’ mengisahkan Sultan Sulaiman Al Qanuni, tetapi memasukkan banyak unsur fiktif yang bertolak belakang sejarah. Hal ini pula yang membuat Erdogan mengecam film tersebut ketika ditayangkan di Turki akhir 2012 lalu.

Selanjutnya film tersebut mengadopsi novel The Sultan’s Harem. Alih-alih mengambil cerita dari buku sejarah, cerita dalam film King Suleiman justru mirip dengan novel berjudul The Sultan’s Harem karya Colin Falconer. Bahkan di Timur Tengah, film ini juga diberi judul yang maknanya sama. Banyak cerita fiksi yang dimasukkan, bahkan cenderung mendominasi.

Seperti judulnya, porsi terbesar cerita dalam novel itu adalah harem (para wanita yang dihimpun dan dipercantik untuk disajikan di ranjang raja) dengan segala kecantikan-keseksian dan intriknya. Itu pula yang dihadirkan dalam film ’King Suleiman’.
Tak hanya itu, film ’King Suleiman’ menampilkan wanita-wanita di istana Daulah Utsmaniyah, baik harem maupun istri Sultan, sebagai sosok yang tidak berjilbab dan berpakaian seksi. Bisa jadi pembuat film mengambil model masyarakat sekuler Turki pasca Mustafa Kemal.

Padahal, zaman Sultan Sulaiman Al Qanuni, Daulah Ustmaniyah, menerapkan undang-undang dari syariat Islam yang tentu saja mewajibkan perempuan muslimah berjilbab. Apalagi istri Sultan. Sebab, beliau digelari Al Qanuni karena penerapan undang-undang berbasis syariat Islam tersebut.

Keempat tarian erotis di depan Sultan. Dalam film ’King Suleiman’, bahkan sejak episode perdana, digambarkan Sultan disuguhi tarian-tarian erotis di depan matanya. Hal ini sangat bertolak belakang dengan pribadi Sultan dalam sejarah Daulah Utsmaniyah. Bahkan, jika tidak disensor, film tersebut juga menampilkan adegan ‘ranjang’.

Direktur Utama ANTV Erick Thohir mengatakan, ANTV terus melakukan terobosan dan menghadirkan program terbaru yang variatif untuk pemirsa di Indonesia. ”Kehadiran ’King Suleiman’ merupakan salah satu kekuatan baru ANTV yang dapat menjadi pilihan pemirsa,” kata Erick.

Cerita mitologi itu dikemas dalam sebuah kisah kolosal dengan romantisme dan persaingan klasik kerajaan menjadi cerita baru yang begitu menarik. ”Semoga King Suleiman dapat mengikuti jejak sukses Mahabharata, Mahadewa dan Jodha Akbar,” katanya. (mer/ber/sid/vin/er/py/metropolitan/ps)