Polisi Bongkar Jaringan Ayam Kampus

iustrasi
iustrasi
iustrasi

POJOKSATU – Polisi kembali membongkar jaringan jual beli ayam kampus. Istilah ayam kampus adalah sebutan bagi mahasiswi yang nyambi menjadi pekerja seks komersial (PSK). Kali ini Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim yang mengungkap praktik tidak terpuji itu.

Adalah Er atau biasa dipanggil Papi Erwin yang bertindak sebagai makelar ayam kampus tersebut. Kabarnya, melalui jaringan Papi Erwin, para penikmat ayam kampus itu harus merogoh kocek antara Rp 2,5 sampai 3,5 juta untuk bisa mendapatkan servis ayam kampus “binaannya”.

“Petugas yang menyamar berhasil menangkap basah praktik tersebut di sebuah hotel di Surabaya,” kata Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Awi Setiyono kemarin (11/12).

Penangkapan itu dilakukan setelah polisi mendengar informasi bahwa praktik ayam kampus kembali menggeliat. Laporan itu pun ditelusuri. Akhirnya, petugas bisa menemukan praktik Erwin.


Namun, untuk bisa langsung menangkapnya, tentu jalannya tidak mudah. Petugas harus melakukan pelacakan dan penyamaran hingga berhasil menangkap basah pelaku.

Penangkapan Papi Erwin mengingatkan kita terhadap penangkapan Papi Piesank. Pada Agustus lalu, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polrestabes Surabaya juga membongkar prostitusi kelas menengah ke atas.

Modusnya juga tidak jauh berbeda. Salah seorang mucikari yang menjalankan bisnis gelap itu adalah Galih Pratama alias Papi Piesank, warga Panceng, Kabupaten Gresik.

Perempuan yang ditawarkan Piesank pun rata-rata berusia muda. Ada yang berstatus mahasiswi, SPG, atau remaja-remaja. Tarifnya paling rendah Rp 750 ribu untuk satu pelanggan. Pelanggannya berasal dari orang-orang pelat merah alias pejabat hingga pengusaha. (eko/c9/hud)