Desa Penuktukan, Ikon Selam Baru Kabupaten Buleleng

KEINDAHAN: Semakin dalam menyelam, kian beraneka ragam ikan dan terumbu karang yang terlihat di Desa Penuktukan, Buleleng, Bali. (Eka Prasetya/Radar Bali)
KEINDAHAN: Semakin dalam menyelam, kian beraneka ragam ikan dan terumbu karang yang terlihat di Desa Penuktukan, Buleleng, Bali. (Eka Prasetya/Radar Bali)
KEINDAHAN: Semakin dalam menyelam, kian beraneka ragam ikan dan terumbu karang yang terlihat di Desa Penuktukan, Buleleng, Bali. (Eka Prasetya/Radar Bali)

Destinasi wisata selam di Kabupaten Buleleng, Bali, bukan hanya Menjangan, Pemuteran, dan Umeanyar. Namun, ada juga mutiara baru wisata selam, yakni di Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula.

* * *

WISATA selam di Kabupaten Buleleng selalu identik dengan Pulau Menjangan atau Pemuteran. Namun, siapa sangka, di timur Kota Singaraja, sebuah desa menyimpan pesona terumbu karang yang tidak kalah indah.

Desa Penuktukan di Kecamatan Tejakula kini berbenah menjadi objek wisata selam baru di Pulau Bali. Objek wisata selam itu diberi nama Taman Segara. Tiga spot selam di sana tidak kalah indah.


Jawa Pos Radar Bali sempat menyelam di Desa Penuktukan, tepatnya di spot penyelaman Angel Canyon. Meski angin sedikit kencang, niat para penyelam dari Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Buleleng serta Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB) Diver tidak surut untuk melihat keindahan terumbu karang di desa itu.

’’Biasanya, yang menyelam di sini memang banyak dari Amed di Karangasem. Setelah menyelam di Amed, mereka langsung melanjutkan ke Penuktukan di Buleleng dan menyelam lagi di sini. Dari sini (Penuktukan, Red) ke Amed hanya 45 menit,’’ jelas Perbekel (Kepala Desa) Penuktukan Yudi Arisandi.

Jika tidak mau melewati Pantai Amed, masih ada jalur lain. Yakni, datang melalui Kintamani. Melalui jalur tersebut memakan waktu 3–3,5 jam. Waktu yang sama juga harus ditempuh bila datang dari Bedugul. Kembali ke objek wisata selam, situs penyelaman Taman Segara sebenarnya baru di-launching pada Oktober 2012. Wisatawan yang sengaja datang ke Penuktukan untuk menyelam pun belum banyak. Kebanyakan wisatawan yang mampir dan baru usai menyelam di Amed.

Padahal, tidak perlu menyelam jauh-jauh untuk menikmati pemandangan terumbu karang dan eksotisme ikan hias di Penuktukan. Hanya 5 meter dari bibir pantai, terumbu karang dan gerombolan ikan bisa ditemukan. Tidak perlu melakukan diving. Sebab, hanya dengan snorkeling, pemandangan tersebut bisa dilihat.

Titik penyelaman tersohor adalah Angel Canyon. Pada titik penyelaman itu, terumbu karang bisa dilihat di kedalaman 3 meter. Ratusan ikan bergerombol di sekitar terumbu karang. Termasuk ikan badut atau yang lebih dikenal dengan ikan nemo. Ikan tersebut sering bersembunyi di padang sponge pada titik penyelaman itu.

Semakin dalam menyelam, kian beraneka ragam ikan dan terumbu karang yang terlihat. Sebuah rumah ikan juga dibenamkan di titik penyelaman tersebut. Waktu sejam yang diberikan untuk menyelam serasa masih kurang dan selalu ingin menyelam lagi. Sayangnya, instruktur yang mendampingi hanya mengizinkan menyelam di kedalaman maksimal 15 meter.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Buleleng Nyoman Sutrisna mengungkapkan, sebenarnya Situs Wisata Selam Taman Segara memiliki tiga titik penyelaman. Selain Angel Canyon yang sangat dekat dengan bibir pantai, ada situs penyelaman Oasis dan Coral Stair di perairan Desa Penuktukan.

’’Memang situs wisata ini belum terlalu terkenal seperti di Pemuteran dan Menjangan, atau seperti Puri Jati di Umeanyar itu. Tapi, kami selalu berupaya mempromosikan situs wisata ini. Apalagi, situs wisata ini kan hasil konservasi terumbu karang yang setelah akhir 1980-an hancur karena penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan,’’ ucap Sutrisna. (eps/JPNN/c19/diq)