Begini Cara Papi Erwin Jual Ayam Kampus

iustrasi
iustrasi
iustrasi

POJOKSATU –Dalam menjual jasa ayam kampus, Papi Erwin, yang ditangkap Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim itu terbilang rapi. Caranya, pria 30 tahun itu menggunakan dua handphone. Satu untuk komunikasi, sedangkan yang lainnya untuk berlangganan BlackBerry Messenger (BBM). Nah, untuk bisa memesan anak buah Erwin, pengguna harus menelepon lebih dulu. Lalu saling bertukar PIN.

Erwin kemudian mengirim foto mahasiswi tersebut melalui layanan BBM disertai tarif. Sekali kencan, kisarannya mulai Rp 2,5 hingga 3,5 juta. Bergantung kecantikan ayam kampus bersangkutan. Makin cakep, tentu ongkosnya makin mahal. “Kalau ada yang tertarik, pengguna menelepon tersangka lagi untuk menentukan pilihan,” kata Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Awi Setiyono kemarin (11/12).

Setelah itu Erwin meminta pemesan jasa tersebut mentransfer uang ke rekeningnya. Sebagai tanda jadi, pengguna harus mengirimkan uang muka Rp 250 ribu. Tak lupa, tersangka meminta pengguna memfoto bukti bahwa telah mengirim uang booking ayam kampus itu.

Pengguna kemudian menentukan hotel yang dipilih. Erwin lantas menghubungi anak buahnya untuk datang ke kamar hotel tujuan.


Di sanalah pengguna melunasi sisa tarif yang sudah disepakati bersama. Setelah melayani, ayam kampus tersebut menyerahkan sepertiga dari yang didapatkan kepada Erwin. Jadi, kalau tarifnya Rp 2,5 juta, Erwin mendapatkan Rp 850 ribu.

Seperti diberitakan, Polisi kembali membongkar jaringan jual beli ayam kampus. Istilah ayam kampus adalah sebutan bagi mahasiswi yang nyambi menjadi pekerja seks komersial (PSK). Kali ini Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim yang mengungkap praktik tidak terpuji itu.

Adalah Er atau biasa dipanggil Papi Erwin yang bertindak sebagai makelar ayam kampus tersebut. Kabarnya, melalui jaringan Papi Erwin, para penikmat ayam kampus itu harus merogoh kocek antara Rp 2,5 sampai 3,5 juta untuk bisa mendapatkan servis ayam kampus “binaannya”. (eko/hud/mas)