Awalnya Jual Satu, Kini Punya Lima Ayam Kampus

iustrasi
iustrasi
iustrasi

POJOKSATU – Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim membongkar jaringan penjualan ayam kampus-sebutan mahasiswi yang nyambi jadi PSK. Er alias Papi Erwin yang diduga sebagai penjual beberpa ayam kampus di Surabaya dan sekitarnya. Di hadapan petugas, tersangka mengaku memiliki lima anak buah.

Mereka berasal dari sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) di Surabaya. “Ada lah,” kata Papi Erwin menolak menyebut nama kampus tersebut.

Erwin bercerita awalnya dimintai tolong seorang mahasiswi untuk mencarikan orang yang mau mengencaninya. Si mahasiswi itu berjanji memberikan komisi.

Hal tersebut ternyata berlangsung berkali-kali. Sebab, ternyata ada pengguna yang menjadi pelanggan tetap.


Bisnis prostitusi terselubung Erwin itu terus berkembang. Eh, rupanya si mahasiswi juga mengajak teman-temannya hingga berjumlah lima orang. Menurut Erwin, si mahasiswi tersebut hanya mau melayani tamu di luar jam kuliah. “Makanya, kadang ada yang bisa dan kadang pula ada yang tidak bisa,” ucapnya.

Dari hasil pengungkapan itu, polisi menyita uang tunai Rp 2,5 juta, kartu ATM, dan bukti transfer uang muka. Ada juga dua buah handphone yang biasa digunakan untuk berhubungan dengan para pengguna ayam kampus. “Kami akan terus kembangkan penyelidikan perkara ini,” tegas Awi.

Pada Agustus 2014 Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polrestabes Surabaya juga membongkar prostitusi kelas menengah ke atas. Modusnya juga tidak jauh berbeda. Salah seorang mucikari yang menjalankan bisnis gelap itu adalah Galih Pratama alias Papi Piesank, warga Panceng, Kabupaten Gresik.

Perempuan yang ditawarkan Piesank pun rata-rata berusia muda. Ada yang berstatus mahasiswi, SPG, atau remaja-remaja. Tarifnya paling rendah Rp 750 ribu untuk satu pelanggan. Pelanggannya berasal dari orang-orang pelat merah alias pejabat hingga pengusaha. (eko/hud/mas)