Wisatawan Asing Dibunuh di Vila?

Security Kota Bunga bersama MUI merazia belasan wanita beberapa waktu lalu. Foto Farhan/Radar Cianjur/pojoksatu.id
Security Kota Bunga bersama MUI merazia belasan wanita beberapa waktu lalu. Foto Farhan/Radar Cianjur/pojoksatu.id
Security Kota Bunga bersama MUI merazia belasan wanita beberapa waktu lalu. Foto Farhan/Radar Cianjur/pojoksatu.id

POJOKSATU – Selain PSK, WNA juga kerap mengalami musibah di Kota Bunga, Cianjur, Jawa Barat. Mereka sering menjadi korban pencurian, bahkan ada yang sampai meregang nyawa di vila.

Kepala Desa Sukanagalih H Dudung Djaenudin menjelaskan, sudah beberapa beberapa kali kejadian yang menimpa turis asing kerap disembunyikan manajemen Kota Bunga dan pengelola vila di Cipanas.

“Banyak kasus WNA yang terjadi di areal Kota Bunga, Puncak Resort, dan beberapa vila lainya terkesan ditutupi. Bahkan pengawasan di vila tersebut terkesan minim. Biasanya kalau ada yang meninggal langsung saja dibawa ke Kedubes, bahkan kami sendiri dari desa tidak diberitahukan,” terangnya.

Bagaimana tidak di vila- vila tersebut kerap disewakan dengan semalam paling murah Rp500 ribu sampai di atas Rp1,5 juta. Sehingga, tak pelak pengawasan juga sulit dilakukan, karena banyak yang menyewa vila setiap harinya. bisa saja para turis itu meninggal di vila karena dibunuh atau diracuni.


“Keamanan dan ketertiban sulit diperketat. Kami khawatirkan jika kondisi seperti ini terjadi akan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar Sukanagalih,” tandasnya.

Anwar (39), salah seorang warga Desa Sukanagalih, menerangkan turis asal Timteng itu, memang menjadi ladang uang bagi masyarakat, namun disisi lain mereka membawa dampak negatif juga.
“Mereka suka menyewa vila hingga menyewa wanita nakal. Jelas itu sangat kami sayangkan, bahkan ada wanita asal negara Timur Tengah yang sengaja didatangkan,” ujarnya.

Menurutnya, mereka itu biasanya siang hari istirahat di vila dan malam hari mereka beraksi. Tidak sedikit ada teguran dari Satpol PP hingga Polisi namun itu tidak membuat mereka jera.

“Sudah ada beberapa operasi mereka tetap saja seperti itu. Bahkan saat mengendarai roda dua dengan menyewa motor warga kerap tidak menggunakan helm dan mengendarai dengan kecepatan tinggi. Sehingga mereka kerap membahayakan pengendara lainya dan warga setempat,” akunya.

Pihaknya mengharapkan bisa ada penanganan serius dengan tindakan mereka. Apalagi tidak sedikit wisatawan Timteng yang menjadi sasaran bogem mentah warga.

“Warga ada yang kesal dengan ulah onta arab itu, hingga ada yang memukulnya. Sehingga jelas harus ada penanganan, jika tidak ini akan menjadi masalah besar,” tegasnya.

Camat Pacet Candra Dwi Kusuma menegaskan, pihaknya sudah melakukan teguran kepada pengelola vila yang disewakan seperti Kota Bunga, Green Apple dan vila lainya. Pasalnya mereka itu buka hotel dan resort namun digunakan komersil, sehingga kerap disalahgunakan keberadaanya.

“Vila yang disewakan itu tidak jelas dalam pengawasanya, sehingga dalam mengecek warga Timteng yang meresahkan juga sulit,” ujarnya.

Pihaknya mengharapkan, bisa ada ketegasan sikap Pemkab Cianjur mengenai hal itu. Lantaran jika tidak akan membahayakan juga.
“Selain rawan tindakan menyimpang, dengan vila disewakan itu akan berpengaruh pada hunian hotel yang sudah resmi, sehingga dikhawatirkan itu akan berdampak pada PAD juga,” imbuhnya. (fhn)