Wisata Seks di Kota Bunga

Security Kota Bunga bekerjasama dengan MUI merazia belasan wanita beberapa waktu lalu. Foto Farhan/Radar Cianjur/pojoksatu.id
Security Kota Bunga bekerjasama dengan MUI merazia belasan wanita beberapa waktu lalu. Foto Farhan/Radar Cianjur/pojoksatu.id
Security Kota Bunga bekerjasama dengan MUI merazia belasan wanita beberapa waktu lalu. Foto Farhan/Radar Cianjur/pojoksatu.id

POJOKSATU – Kota Bunga di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menawarkan panorama alam yang asri dan sejuk. Ribuan jenis tanaman hias tertat rapi di sisi dan kanan jalan, menambah keindahan dan keasrian Kota Bunga.

Wilayah ini juga diapit beberapa tempat wisata, seperti Kebun dan pabrik teh Gunung Mas Puncak, Kebun Raya Cibodas, Istana Cipanas, Taman Bunga Nusantara serta kebun Strawbery yang bisa dipetik langsung dan dibawa pulang.

Banyaknya tempat wisata di daerah ini mampu menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara. Sejak 2012, kawasan ini kerap dikunjungi turis Timur Tengah. Kawasan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi turis Timur Tengah.

Kota Bunga mulai ramai ketika ‘sarang’ imigran di Cisarua Bogor kerap digaruk pihak Imigrasi dan pemerintah Kabupaten Bogor. Karena itulah, mereka hijrah ke Kota Bunga. Selain relatif dekat dari Cisarua, mereka juga merasa aman di Kota Bunga karena jarang disentuh aparat pemerintah dan penegak hukum maupun dari pihak Imigrasi.


Kondisi ini dimanfaatkan para pekerja seks komersial (PSK). Para wanita penghibur di wilayah ini tak lagi menawarkan kawin kontrak seperti di Bogor. Mereka cukup menawarkan paket seminggu, sebulan, atau setahun.

Hampir setiap hari wanita cantik nan jelita lenggak lenggok ke vila menawarkan kemolekan tubuhnya kepada turis Timur Tengah alias Onta Arab.

“Biasanya sih orang Arab itu mulai mempelajari segala sesuatunya dari pengalaman teman-temanya yang sudah pernah ke Indonesia, seperti praktik prostitusi, sewa vila, dan mucikari,” ujar NN (42), salah seorang penyalur wisatawan Timur Tengah (Timteng) kepada Radar Cianjur (grup pojoksatu.id).

Tarif dua kamar vila rata-rata Rp400-Rp450 ribu.Jika harga dengan paket seminggu dua kamar, seharinya bisa turun jadi Rp350 ribu.
Sedangkan untuk vila sendiri biasanya dikontrak selama setahun mulai dari kisaran Rp18 juta hingga Rp25 juta.

“Nah Arab itu biasanya sewa vila di atas empat hari, makanya harga bisa lebih miring. Para mucikari sudah mengkontrak ke pemilik vila, sehingga vila tersebut dengan bebas bisa disewakan ke orang Turis Asing,” terangnya.

Wisatawan asal Timteng mulai ramai pada awal Desember saat libur Natal dan tahun baru. Selain tujuan wisata, tak jarang di antara mereka yang ingin ‘mencicipi’ gadis pribumi.

“Terkadang sopir yang menawarkan wanita nakal itu, atau juga ada mucikari yang menawarkan paket wanita penghibur plus vila. Tarif PSK berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per malam, tergantung komitmen,” terang AD (41), salah seorang penyalur PSK di Desa Sukanagalih.

Kehadiran para PSK menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing yang doyan perempuan. Terlebih, PSK yang keliaran di wilayah ini tak hanya dari pribumi, tapi juga dari Maroko. Tarifnya pun relatif murah ketimbang PSK di ibukota. Tarif PSK lokal hanya berkisar antara Rp200 hingga Rp1 juta. Karenanya, Kota Bunga kini dinilai sebagai kota wisata seks. (fhn)