Dua PSK Meregang Nyawa

Security Kota Bunga merazia belasan wanita beberapa waktu lalu. Foto Farhan/Radar Cianjur/pojoksatu.id
Security Kota Bunga merazia belasan wanita beberapa waktu lalu. Foto Farhan/Radar Cianjur/pojoksatu.id
Security Kota Bunga merazia belasan wanita beberapa waktu lalu. Foto Farhan/Radar Cianjur/pojoksatu.id

POJOKSATU – Kekerasan fisik kerap mengintai para pekerja seks komersial (PSK) yang melayani pria hidung belang di Kota Bunga, Cianjur, Jawa Barat.

Terbaru, dua PSK meninggal dunia saat melayani warga negara asing (WNA) di daerah Pacet. “Kehadiran WNA itu memang pro dan kontra. Namun yang pasti sudah dua PSK yang tewas dan dua lainnya berhasil diselamatkan ini. Kematian kedua PSK itu diduga karena kekerasan fisik,” tutur Ketua MUI Desa Sukanagalih H Ade Mukhlis.

Kehadiran PSK turut menyumbang penyebaran HIV/AIDS di Cianjur. “Makanya kami terus melakukan operasi prostusi itu meski sempat mendapat perlawanan dari orang Timteng itu sendiri,” terangnya.

Dia menjelaskan, pihaknya terus melakukan operasi tengah malam. Hal itu dilakukan dengan menyisir vila Kota Bunga, serta Jalanan Hancet. Ironisnya, setiap operasi mereka kerap tertangkap tangan dalam vila hendak berhubungan suami istri dengan turis Arab.
Namun, sayangnya saat para PSK itu dikejar, mereka selalu berhasil kabur.
“Kami sebenarnya menyambut baik jika wisatawan Timteng itu tidak berbuat ulah dengan aksi maksiatnya bersama perempuan nakal. Namun jika kenyataanya mereka berbuat dosa, jelas kami menolak,” ujarnya didampingi Anggota PKK Desa Sukanagalih, N Ooh Sobiroh. (fhn)