Ini Trend Fashion 2015

Para model mengenakan baju muslim dengan warna-warna pastel terang. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
Para model mengenakan baju muslim dengan warna-warna pastel terang. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
Para model mengenakan baju muslim dengan warna-warna pastel terang. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

POJOKSATU – Tren Fashion 2015 akan mengalami perubahan seiring dengan perkembangan teknologi, budaya, dan perubahan alam.

Ada empat tema besar yang diprediksi mewarnai tren fashion 2015 hingga 2016, yakni alliance, biomimetics, adroid, dan veracious.

Empat tema ini dikerucutkan lagi menjadi subtrend yang masing-masing memiliki detil tersendiri. Masing-masing trend ini akan mengangkat inspirasi dari berbagai daerah di Indonesia sehingga menyuguhkan konsep yang berbeda.

“Alliance yang dibagi lagi menjadi mirage, edifice, oblique dan terrain mengangkat inspirasi lokal Solo. Penggunaan motif tradisional di sini tidak dipakai secara menyeluruh, trend ini akan berkisar pada sisi geomteris, permainan ornamen, bahan ringan, halus, bergaris dan lembut,” ujar Direktur Indonesia Fashion Week 2014, Dina Midiani dalam semiar bertajuk Indonesia Trend Forecasting (ITF).


Sedangkan tema biommetics, lanjut Dina, akan melihat keindahan serta kerusakan yang terjadi di tanah Kalimantan, tepatnya Banjarmasin. Trend ini terbagi menjadi viscera, cytoplasm, tendon dan saphrophyte yang lebih menonjolkan warna-warna daging dan darah, disertakan kesan metal, mesin, karbon, bionic, serat dan kreasi yang lebih berstruktur dan cenderung eco-movement.

Berbeda dengan Adroid yang mengambil ibukota Jakarta sebagai patokan inspirasi utama yang terbagi lagi menjadi tinker-boy, facet dan algorithm yang mengusung permainan warna-warni, inspirasi dari kabel, mesin dan 3D print. “Jakarta cocok sekali karena kata kunci kreatif mindset,” tambahnya.

Sementara untuk tema Veracious, sambung Dina, menggambarkan keindahan alam Raja Ampat yang menjadi dasar inspirasi bagi tema yang dibagi lagi menjadi arcadian, primera dan prolific. Tema ini akan menampilkan trend yang lebih kuno dan mentah, namun menonjolkan sisi etnik. Selain itu, siluet-siluet sederhana serta kerajinan tangan siap menjadi perhatian penting pada trend ini.

“Dulu mewah itu bling-bling tapi mewah saat ini kembali ke barang-barang yang langka. Elemen-elemen primitif diangkat menjadi busana yang elegan dan mewah. Terinspirasi dari Kepulauan Raja Ampat, Papua,” pungkasnya. (zul)