Peziarah Gunung Padang ‘Minta’ Pusaka Bertuah

Para peziarah sedang berkeliling di Gunung Padang
Para peziarah sedang berkeliling di Gunung Padang

CIANJUR—Bukan rahasia lagi banyak peziarah di Gunung Padang yang datang dengan berbagai maksud dan tujuan. Ada yang datang dengan tujuan ingin lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta, ada pula yang datag dengan maksud segera mendapatkan jodoh, kesembuhan penyakit, mendapatkan berkah hingga mencari benda-benda pusaka yang dianggap memiliki tuah atau khasiat tertentu.

“Tujuan orang datang kesini itu beragam. Ada yang kesampain, tapi tidak sedikit juga yang malah tidak dapat apa-apa,” ujar Nanang, Koordinator Juru Pelihara Gunung Padang.

Ia mengakui, peziarah yang datang ke Gunung Padang sudah tak terhitung. Sebagian dari mereka mengaku telah mendapatkan berbagai benda-benda pusaka bertuah. Namun, benar atau tidaknya, Nanang tidak mau berspekulasi.

“Banyak yang mengaku dapat benda bertuah. Mulai dari keris, pedang, badik, tombak, batu akik dan lain-lain,” sebutnya.


Tapi, tak sedikit pula yang pulang dengan tangan hampa. Padahal mereka telah melakukan berbagai macam ritual. Justru yang sering mendapatkan benda-benda bertuah di Gunung Padang adalah warga sekutar yang mendapatkan wangsit melaluui impi.

“Ada juga yang tiba-tiba sreg ingin ke puncak situs terus pulangnya membawa benda pusaka. Kalau benda yang terbuat dari besi seperti senjata itu yang paling muda usainya. Yang paling tua itu artefak. Warga banyak menemukan itu,” terang dia.

Hal ini diamini Rusmawan, Aktivis Forum Masyarakat Peduli Gunung Padang yang mengatakan bahwa ia menyiman beberapa benda pusaka dari Gunung Padang yang ia dapatkan secara tidak sengaja.

Ditambahkan Rusmawan, benda-benda pusaka yang dimiliki warga itu memang tidak dikumpulkan karena memang belum ada museum tersendiri yang dianggap cukup representatif untuk menempatkannya serta bisa diperlihatkan pada khalayak.

“Tidak sembarangan diperlihatkan. Ada waktunya sendiri, yakni pada bulan Mulud saja baru semuanya dikumpulkan untuk dilakukan doa bersama. Setelah itu ya dikembalikan kepada pemilikinya masing-masing,” ujar dia.

Sementara, salah satu tokoh pemuda Gunung Padang, Widodo menjelaskan, tidak ada dokumentasi atau foto dari ratusan benda-benda pusaka yang sudah didapatkan warga itu. Hal itu dilakukan karena benda-benda pusaka tersebut memang belum waktunya untuk dipublikasikan.

“Kalau dikatakan Gunung Padang ini gudang benda-benda pusaka, itu benar adanya. Tapi tidak bisa sembarangan diperlihatkan begitu saja. Sekarang belum waktunya,” kata dia. (ruh)