Film Supernova, Dee: Untungnya Saya Suka

Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. Foto: getty images
Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. Foto: getty images
Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. Foto: getty images

POJOKSATU – Penyanyi dan penulis ternama, Dewi Lestari atau yang akrab disapa Dee, bangga dengan karyanya “Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh” yang baru saja rampung menjadi film.

Bukan kali pertama buku karya Dee difilmkan, tapi ia mengaku sangat puas dengan film anyar yang diangkat dari novel karyanya itu.

“Untuk ukuran adaptasi, ini sangat setia sama novel. Bahkan dalam segi dialog ini hampir semua sama, sekitar 90 persen sama dengan buku. Ini kesekian kalinya buku saya dibuat film dan untungnya saya suka dengan hasilnya,” kata Dee saat jumpa pers pemutaran film Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh di Plaza Senayan XXI, Jakarta Selatan, Minggu (7/12) dini hari.

Dee menulis buku Supernova secara fragmentasi (terpecah menjadi beberapa bagian), namun tidak saling terikat. Maka cerita yang sebenarnya belum rampung ini bisa difilmkan tanpa terikat pada kelima buku Supernova yang ada.


“Seperti yang mbak Dee bilang, kita buat film ini berdiri sendiri jadi bukan sebuah film bersambung,” papar Rizal Mantovani yang merupakan sutradara film ini.

Kendati demikian, Dee memaklumi jika ada beberapa hal yang diubah dari cerita sebenarnya, sebab menurutnya novel dan film adalah dua hal yang berbeda.

“Menurut saya kalaupun ada perubahan itu dilakukan dengan cukup cerdas dan saya mengerti kenapa dilakukan itu. Seperti pemilihan Pseudo Jakarta (sebuah kota dalam film) supaya tidak terlalu melekat dengan kota Jakarta secara fisik karena kan ada rumah di tebing, di tepi pantai. Itu memang harus dilakukan. Kalau nggak ya nggak masuk akal nanti. Itu memang nggak ada dalam cerita buku tapi kalau sudah jadi sebuah film itu memang harus dilakukan,” ungkap wanita yang mulai dikenal ketika menjadi anggota trio vokal Rida Sita Dewi di era 90-an.

Menurut Dee, film Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh merupakan tontonan wajib di penghujung tahun karena sejarah perfilman Indonesia belum pernah membuat karya seperti ini. Film yang berdurasi 2 jam 17 menit ini akan mulai tayang 11 Desember mendatang. (mg1/jpnn)