Ayah Perlakukan Anak Kandung seperti “Istri”

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU – JE alias Erwin layak disebut bapak bejat. Pria 37 tahun itu tega memperlakukan anak kandungnya sebagai ”istri”. Meski berstatus anak, Ayu (nama samaran, Red) harus melakukan tugas tak ubahnya seorang istri. Mulai membersihkan rumah, menyuguhkan makan, sampai melayani di ranjang.

Aksi Erwin tersebut akhirnya terendus Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim. Dia pun ditangkap di tempat tinggalnya di Wonoayu, Sidoarjo. ”Yang bersangkutan sudah ditangkap dan sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Awi Setiyono kemarin (6/12).

Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos (grup pojoksatu.id), Erwin ditangkap di rumahnya pada malam beberapa hari lalu. Petugas yang memasuki rumahnya menemukan tersangka sedang bermesraan bersama perempuan bukan istrinya.

Erwin ditangkap karena ada laporan dari Ayu yang merupakan anak kandungnya. Ceritanya, pria yang sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan catering itu sudah bercerai dengan istrinya ketika mengandung Ayu. Mereka pun berpisah dan istrinya kembali ke rumah orang tuanya di Magetan.


Berselang 16 tahun kemudian, Erwin menghubungi rumah mantan mertuanya melalui sambungan telepon rumah. Telepon yang masuk diangkat Ayu yang tinggal bersama neneknya. Saat itu, ibunya merantau ke luar Jawa.

Erwin langsung mengaku sebagai bapak kandungnya. Ayu sempat menampik klaim tersebut karena ibunya bercerita bahwa bapak kandungnya sudah meninggal.

Ayu baru percaya bahwa lawan bicaranya adalah bapak kandungnya setelah Erwin bisa menceritakan rahasia keluarga Ayu. Termasuk nama-nama anggota keluarganya dari kakek-nenek sampai saudaranya. Bukan hanya itu, Erwin juga menyebut dirinya sangat merindukan Ayu, anak yang belum pernah dilihatnya. ”Mungkin, selama ini Ayu juga merindukan sosok bapaknya,” ucap seorang sumber kepada Jawa Pos.

Singkat cerita, Ayu yang sudah kelas 1 SMK tersebut mau tinggal bersama Erwin di Sidoarjo sejak 6 September 2014. Dengan dalih sangat kangen dan sayang karena lama tidak bertemu, setiap hari Erwin tidur seranjang dengan anak kandungnya. Sejak tinggal di rumah itu, Ayu melakukan berbagai pekerjaan rumah. Misalnya, memasak, membersihkan rumah, dan mencuci baju.

Pada suatu malam, Erwin tiba-tiba memeluk tubuh anaknya. Keesokan harinya, dia mengaku kepada Ayu bahwa dirinya bermimpi bertemu mantan istrinya atau ibu Ayu. Modus itu ternyata diulang sampai akhirnya Ayu benar-benar digauli. Meski sudah jelas-jelas mengumbar nafsu, Erwin berusaha meyakinkan Ayu bahwa perbuatannya tersebut merupakan bentuk kasih sayangnya sebagai bapak.

Sejak itulah, tugas Ayu bertambah. Selain mengerjakan pekerjaan rumah, dia harus melayani bapaknya di ranjang. Ketika pagi, dia menjadi siswa seperti biasa.

Perbuatan bejat Erwin tersebut terungkap saat Ayu mengunjungi neneknya dalam masa liburan sekolah. Ketika liburan berakhir, siswi bertubuh bongsor itu menolak kembali ke rumah bapaknya. Setelah didesak, akhirnya Ayu mengaku bahwa dirinya kerap dipaksa melayani nafsu bapaknya. (eko/c19/pri)