Bekas Pengurus Gerindra Terancam Pidana Gara-Gara Dukung Ahok-Djarot, Penyebabnya….

ahok
Pasangan No Urut 2 .

POJOKSATU.id, JAKARTA – Eks Pengurus Ranting Gerindra Duren Sawit Jakarta Timur mendeklarasikan dukungan tehadap pasangan Ahok-Djarot dengan menggunakan atribut dan seragam partai bakal terancam perkara pidana.

Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur, Adi Kurnia Setiadi mengatakan bahwa deklarasi tersebut telah menyalahi prosedur.

“Mereka (Achmad dan Maulana) mengaku sebagai pengurus ranting Partai Gerindra. Serta menggunakan atribut partai dan lambang Gerindra. Padahal mereka sudah tidak lagi pengurus,” kata Adi.

Insiden tersebut akan dilaporkan ke pihak Bawaslu sebagai pelanggaran administratif. Selain itu, pihak Gerindra menilai kasus tersebut memang telah memenuhi unsur-unsur pidana. Khususnya, indikasi tindak pidana provokasi terhadap relawan Anies-Sandi lainnya.


“Kami akan melakukan upaya hukum. Nanti tim dari advokasi partai yang akan menindaklanjuti,” tegas pria yang menjabat Bendahara Umum DPP Himpunan Advokat Muda Indonesia itu.

Sebelumnya, Achmad dan Maulana, mendeklarasikan diri terkait dukungan kepada Ahok-Djarot di Restoran Nay Jalan Laut Arafuru, Duren Sawit, Sabtu (11/3) sore.

Saat itu, kedua eks pengurus ranting partai Gerindra itu, diminta secara simbolis melepaskan seragam putih berlogo partai Gerindra. Lalu, keduanya dikenakan kemeja kotak-kotak khas relawan pendukung Ahok-Djarot.

Terkait status kedua oknum itu di Gerindra, pihak partai telah memberhentikan Achmad dari jabatannya sebagai Ketua Ranting Partai Gerindra Kelurahan Duren Sawit, 18 Februari 2017 lalu. Dua hari kemudian, Maulana juga telah diberhentikan sebagai anggota pengurus ranting yang sama.

(ian/rmol/pojoksatu)