Menhub Optimis, Para Artis Co Branding juga Optimistik

Menteri Perhubungan Budi Karya Samadi. (sumber foto : infonawacita.com)
Menteri Perhubungan Budi Karya. (sumber foto : infonawacita.com)

Apa yang dilakukan Jepang, kuncinya salah satunya adalah selain penataan atraksi, aksesibilitas dan amenitas, tapi juga memberikan kemudahan-kemudahan bagi wisatawan ataupun industri.


Jepang membuat wisatawan bisa masuk dengan mudah (ease of entering) juga visa free dan depresiasi terhadap Yen. “Intinya adalah deregulasi,” kata Menpar.

Indonesia pun dikatakannya tidak perlu takut untuk juga bisa melakukan.


Diferensiasi pariwisata Indonesia kuat, price competitiveness juga tinggi. Indonesia bisa melayani semua segmen.

“Strateginya harus kompak, speed. Dengan kekuatan bersama,” ujar Menpar Arief Yahya.

Untuk itu ia mengatakan, Visit Wonderful Indonesia 2018 dapat dibahas secara detail dalam Rakornas kali ini.

“Kita menyiapkan CoE WI dan paket tour VIWI 2018  yang ada di 18 destinasi unggulan yang paling siap dalam mendatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

Sebanyak 18 destinasi tersebut tersebar di Sumatera (Medan/Danau Toba, Batam, Belitung, Padang, dan Pelembang); Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Borobudur/Yogyakarta,Solo, Subaya-Bromo-Tengger, dan Banyuwangi); Kalimantan (Balikpapan); Bali, Nusa Tenggara Barat (Lombok); Sulawesi (Makassar/Wakatobi dan Manado);  dan Papua Barat (Raja Ampat).

Menpar Arief Yahya mengatakan, penyiapan pelaksanaan CoE WI dan paket tour VIWI 2018 melibatkan dukungan semua stakehoder pariwisata  dalam semangat Indonesia Incorporated.

Khususnya untuk penjualan paket-paket wisata yang banyak melibatkan industri pariwisata maupun perusahaan airlines.

“Dengan semangat kebersamaan kita akan wujudkan dalam program paket VIWI normal atau paket VIWI hot deal 2018,” kata Arief Yahya.

(dia/pojoksatu)