Tahun 2018, Angkasa Pura II Incar 5 Bintang dari Skytrax

Tahun 2018, Angkasa Pura II Incar 5 Bintang dari Skytrax.
Tahun 2018, Angkasa Pura II Incar 5 Bintang dari Skytrax.

“Serta juga Moving Around the Airport dan yang terakhir Check-In/Airlines Lounge,” kata Tommy.


Untuk tahap awal, Tommy mengatakan, semua komponen tersebut memang akan difokuskan pada empat bandara sebagai pilot project.

Yakni Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Bandar Udara Internasional Kualanamu, Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II dan Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II International Airport.

“Semuanya akan kita terapkan bertahap. Saat ini pilot project untuk di empat bandara itu karena itu yang memang kita ikutkan untuk penilaian. Tapi 13 bandara lainnya standardisasinya akan sama,” ujar Tommy.


Angkasa Pura II pun secara berkala setiap pekannya melakukan penilaian dan evaluasi terhadap komponen-komponen penilaian.

“Total ada 330 item di dalam 22 kategori tersebut,” ujarnya.

Karena itu dibutuhkan dukungan dari masyarakat dalam hal ini penumpang dan pengguna bandara untuk dapat saling menjaga.

Menhub Budi Karya Sumadi juga mengajak masyarakat untuk membantu memberikan kesan dan suara terbaik buat Angkasa Pura II, yang memiliki Bandara Soekarno Hatta itu.

Bandara itu didesain untuk menjadi hub bagi wisatawan, agar terbang ke Indonesia.

“Puluhan ribu wisatawan yang terbang melintasi awan Indonesia, tetapi tidak mampir sebagai wisman. Jika Bandara Internasional kita hebat, bagus, mereka bisa transit lebih lama sambil berwisata di Jakarta dan sekitarnya,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga menambahkan, Soekarno Hatta dan semua international airport adalah wajah muka Indonesia.

Akan menjadi first impression buat wisatawan, begitu menginjakkan kaki ke tanah air.

“Kesan pertama, ada di bandara! Soekarno Hatta dan AP II cukup kuat untuk bersaing di global level,” katanya.

Dia mengapresiasi commited service excellent yang dijalankan Angkasa Pura II.

Ia mengatakan, sektor pariwisata di tahun 2018 akan lebih berkembang dengan segala tantangan yang ada.

Karena itu dibutuhkan dukungan dan komitmen dari para stakeholder terkait, salah satunya agar dapat menerapkan standar global dalam pengelolaanya.

Dari rencana besar AP II itu, Menpar Arief Yahya berharap akan ada perubahan yang signifikan dari pergerakan wisatawan, khususnya mancanegara (wisman).

“Pelayanan dengan memanfaatkan teknologi digital menjadi sangat penting. Termasuk menyesuaikanya dengan standar global. Mengikuti komponen dari Skytrax sudah menjadi jalur yang benar. Dan ini akan mendorong AP II menjadi global player,” ujar Menpar Arief Yahya.

(dia/pojoksatu)