Mulai 15 Desember Ini, Batik Air Buka Rute Jakarta-Labuan Bajo

Mulai 15 Desember Ini, Batik Air Buka Rute Jakarta-Labuan Bajo.
Ilustrasi Batik Air.

 


POJOKSATU.id, Jakarta – Setelah resmi menerbangi Silangit pada 1 Desember 2017 lalu, Batik Air akan membuka rute baru di wilayah timur Indonesia. Maskapai dalam naungan Lion Air Group ini akan membuka rute baru ke Labuan Bajo dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 15 Desember 2017.

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengungkapkan, pembukaan rute tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan pariwisata.

Batik Air membidik pasar pariwisata sejalan dengan program pemerintah mengembangkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata yang menjadi bagian dari 10 Bali Baru.


Rute Jakarta-Labuan Bajo tersebut nantinya akan diterbangi dengan frekuensi satu kali dalam sehari dan akan dilayani dengan pesawat narrow body seperti Boeing 737-800 atau Airbus 320.

“Kami masuk ke sana karena potensi wisata Labuan Bajo itu besar. Kami akan terbang ke sana direct (langsung) dari Soekarno Hatta,” ungkap Edward, Senin (4/12).

Edward menambahkan, selain dari pariwisata, Batik Air juga menyasar pasar Bisnis di rute tersebut.

Oleh karena itu, perusahaan optimistis tingkat keterisian pesawat atau load factor untuk rute itu nantinya bisa mencapai 80%.

“Pasar rute Jakarta-Labuan Bajo sangat lengkap sehingga perusahaan optimistis rute anyar tersebut akan lengkap. Ada tiga pangsa pasar yang bisa disasar yaitu pasar pariwisata, bisnis dan perjalanan keluarga,” kata Edward.

Tidak berbeda dari Silangit yang baru di buka pada Jumat lalu, Batik Air melihat potensi pasarnya juga sangat besar.

Load factor di rute anyar tersebut ditargetkan bisa mencapai 80%.

“Untuk rute ini sekitar 40% kami targetkan dari pasar perjalanan keluarga, 30% untuk perjalanan bisnis dan 30% sisanya dari pariwisata,” ujarnya.

Sementara untuk tahun depan, Edward tidak menyebutkan wilayah baru mana lagi yang akan disambangi Batik Air.

Hanya yang pasti, maskapai akan mendatangkan empat pesawat baru di 2018 guna mendukung ekspansinya.