Berkah Sail Sabang 2017 Mengalir Sampai Jauh

Berkah Sail Sabang 2017 Mengalir Sampai Jauh.
Berkah Sail Sabang 2017 Mengalir Sampai Jauh.

Proses pengolahan bubuk kopinya sangat unik. Bubuk kopi tidak sekedar diseduh dengan air panas. Kopinya ikut dimasak.


Alhasil, aroma dan citarasa kopi yang keluar benar-benar kuat. Kopi yang telah dimasak ini kemudian mengalami beberapa kali proses penyaringan menggunakan saringan berbentuk kerucut.

Kopi andalan di sini adalah kopi hitam Aceh. Biasanya disajikan dalam gelas kaca.


Tidak manis, namun tetap ramah di lambung. Selain kopi hitam, di sini juga ada teh tarik dan kopi susu.

Sepintas melihat tampilannya, kopi ini mirip dengan kopi susu. Tetapi yang khas  adalah komposisi susu dan gulanya yang tidak dominan.

Ini membuat keharuman dan citarasa kopinya lebih terasa. Campuran kopi saring, susu kental dan gula ini kemudian dikocok hingga berbusa.

Bukan hanya kopi, makanan juga laku keras. Mie Aceh, nasi kari, sate gurita, sayur pliek U (semacam gulai), Kue Karra dan kue-kue basah, semuanya ikut diburu wisatawan.

Kesan yang terasa, Sail Sabang 2017 membuat Aceh menggeliat.

“Sudah kebiasaan orang kalau datang ke sebuah daerah mereka ingin tahu makanan khas daerah tersebut. Dengan adanya Sail Sabang 2017 ini, kita tak hanya mengenalkan kuliner khas Sabang khususnya dan Aceh, tetapi juga memberi manfaat bagi usaha masyarakat di sini. Tentu ini rezeki buat mereka,” timpal Deputy Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti.

Menurut Esthy, pelaku usaha kuliner, travel dan usaha lainnya harus benar-benar pandai memanfaatkan momen ini.

“Ini kesempatan buat mengembangkan usaha mereka. Peran Dinas Pariwisata Sabang juga dibutuhkan. Usai event ini mereka harus bisa melanjutkan gairah wisata yang sudah menggeliat ini. Sehingga apa yang dilakukan sat ini dengan dukungan pemerintah pusat bisa benar-benar terasa manfaatnya,” ujar Esthy.