Angkat Wisata Religi Sunan Kudus, Menpar Luncurkan TVC bertema #PesonaRamadan

Masjid Sunan Kudus. (FOTO : net)

POJOKSATU.id, Kudus – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meluncurkan TVC bertema #PesonaRamadan sejak hari pertama bulan puasa. Yang diangkat adalah destinasi wisata religi Sunan Kudus, Jawa Tengah, dengan desain heritage menara sebagai ikon nya. “Sunan Kudus itu simbol toleransi beragama,” kata Arief.

Kudus juga akrab dengan model rumah adat Jawa dengan ukiran yang rumit dan rapi. Ada proses akulturasi sehingga desain arsitektural rumah adat dan menara Kudus itu melegenda dalam budaya Jawa. Karena itu kalau ke Kudus, Rembang, Jepara, Pati, Demak, selalu ada rumah-rumah kuno dengan genting kelir yang di atasnya ada ornamen khas.

Salah satu destinasi di Kudus yang patut dikunjungi di bulan suci Ramadan sebagai wisata religi adalah kompleks makam dan masjid Sunan Muria, di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Sekitar 45 menit dari Kompleks Masjid Sunan Kudus.


Tidak seperti hari-hari di luar bulan suci Ramadan, yang selalu dipadati para peziarah dari berbagai penjuru nusantara, maka pada bulan puasa ini, pengunjung bisa dihitung dengan jari.

Suasana lengang begitu terasa. Angin bertiup sejuk menjelang siang. Jalan menuju masjid berkelok dan sempit dengan jurang di sebelah kiri. Setelah sampai di kompleks makam dan masjid Sunan Muria, sepi yang terasa. Padahal di luar bulan puasa, pengunjung akan penuh sesak melewati lorong menuju ke masjid.

Kondisi sepi Di sebelah timur makam Sunan Muria terdapat masjid Sunan Muria. Ini bukan masjid pertama yang dibangun Raden Umar Said atau Sunan Muria.  Sebelumnya, juga membuat masjid di Desa Kajar. Sampai saat ini masih ada petilasan yang lebih dikenal dengan sebutan Pesiget. Namun Sunan Muria kurang nyaman untuk menyiarkan agama Islam.

Akhirnya, mencari tempat yang lebih tenang. Selanjutnya, Sunan Muria mencoba membangun masjid di bukit Pethoko. Lantaran bising dengan suara anjing menggonggong, Sunan Muria berpindah dan membangun masjid di salah satu puncak Gunung Muria, masjid saat ini.