Rumah Calon Penerima Beasiswa Bidikmisi Disurvei, Ini Temuannya…

Direktur Kemahasiswaan dan Penyiapan Karier Kemristekdikti, Dr Didin Wahidin didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Semarang (UNNES), Dr Bambang Br serta Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Ismet Yusputra melakukan kunjungan ke rumah calon penerima Beasiswa Bidikmisi.

POJOKSATU.id, SEMARANG – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melakukan survei lapangan. Itu dengan langsung ke rumah-rumah calon peserta beasiswa Bidikmisi, agar penerima itu tepat sasaran.

Hal itu dilakukan langsung Direktur Kemahasiswaan dan Penyiapan Karier Kemristekdikti, Dr Didin Wahidin didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Semarang (UNNES), Dr Bambang Br serta Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Ismet Yusputra.

Pihaknya melakukan kunjungan ke rumah calon penerima Beasiswa Bidikmisi dari UNNES. Pada kunjungan lapangan itu, mengunjungi rumah Rokhayani calon mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial yang tinggal di Plalangan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

Didin Wahidin memastikan beasiswa full study yang dikucurkan oleh kementerian itu tak salah sasaran. Sebab, beasiswa yang mulai diluncurkan 2010 lalu ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang berprestasi namun berasal dari keluarga tak mampu secara ekonomi.

Penerimanya terbebas dari segala biaya selama empat tahun kuliah dan memperoleh biaya hidup Rp600 ribu per bulan.


Ia menyampaikan, penerima bantuan pendidikan Bidikmisi harus tepat sasaran. Tidak ada lagi siswa SMA yang ingin melanjutkan studi lanjut ke Perguruan Tinggi Negeri terhalang oleh kemiskinan. Pemerintah melalui Kemristek akan hadir untuk memutus rantai kemiskinan tetapi harus tetap mengedepankan prestasi.

Di rumah yang berlantai tanah dan berdinding bata, Didin Wahidin menyampaikan beberapa pertanyaan.

“Pak Suprapto (ayah Rokhyani) keseharian pekerjaanya apa?” Supraptono menjawab “Saya tukang sadap di perkebunan karet pak,” jawabnya.
Kemudian dilanjutkan dengan satu pertanyaan lagi, “berapa pendapatan bapak dalam sehari?”. Ia menjawab,”pendapatan saya hanya Rp 37.000 setiap harinya pak”.

Setelah bertanya Didin Wahidin berpesan kepada Rokhayani ”Setelah diterima sebagai penerima bantuan dana pendidikan Bidikmisi nanti, kamu harus terus berprestasi dan tunjukan bahwa kemiskinan bukan halangan untuk berprestasi,” pesannya. (sms/pojoksatu)