Kuota Bidikmisi 2017 Sebanyak 80.000 Kursi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun ini menyediakan kuota yang sangat besar bagi peserta Bantuan Pendidikan Bagi Mahasiswa Berpestasi (Bidikmisi).

Jumlah kuoat Bidikmisi mencapai 80.000 kursi. Jumlah itu mengalami kenaikan 30 persen dari tahun sebelumnya.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti, Prof Intan Ahmad memastikan bahwa kuota penerima Bidikmisi pada tahun ajaran 2017/2018 secara keseluruhan meningkat dibanding pada tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya, pemerintah hanya menyediakan kuota bidikmisi 60.000 mahasiswa. Namun pada 2017, menjadi 80.000 mahasiwa.

Dari jumlah itu yang terserap melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sudah terserap sebanyak 27.058 orang. Berarti masih tersisa lagi 52.942 orang.

Sisa kuota itu akan diserap juga melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan juga jalur mandiri tahun ini.


“Untuk Bidikmisi, disediakan kuota, tahun ini kuotanya 80 ribu. Kuota itu tersedia baik di jalur SNMPTN, SMBPTN dan Mandiri,” ujar Intan (26/4).

Sebelumnya dikatakan Intan, selain kuota pemerintah juga meningkatkan besaran biaya bulanan atau biaya hidup bagi mahasiswa Bidikmisi. Bila sebelumnya, mahasiswa menerima Rp 600 ribu per bulan, maka mulai tahun ajaran 2017/2018 naik menjadi Rp 650 ribu per bulan. Intan Ahmad mengatakan bahwa kenaikan biaya hidup itu dipastikan merata untuk semua penerima program Bidikmisi. Bukan hanya bagi calon penerima di tahun ajaran 2017/2018. (*/pojoksatu)