Pencairan Program Indonesia Pintar Diperpanjang, Baru 40 Persen Terserap

ilustrasi foto -fb jufri mustapa- Luwu Utara

POJOKSATU.id, BANYUMAS  – Serapan anggaran terhadap Program Indonesia Pintar (PIP) tidak maksimal. Dari 4.797.073 siswa penerima, baru 1.921.243 yang mencairkannya atau 40,05 persen.

Seperti halnya di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sebanyak 8.242 siswa jenjang SMP tidak mencairkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) 2016.

Kepala Seksi Pengendalian Mutu Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Taufik Widjatmoko mengatakan, siswa yang belum mencairkan memang hampir terjadi di seluruh Indonesia. Sebagian juga bermukim di wilayah tertinggal terluar dan terdepan (3T). Begitu juga dengan di Banyumas.

Menurut Taufik, karena masih sedikitnya yang mencairkan, pemerintah pusat mengeluarkan himbauan dengan nomor 07/D2/KU/2017, 08.1/D3/KU/2017, 08/D4/KU/2017, 006/D5.5/KU/2017.


Surat tersebut berisi perpanjangan masa pelayanan pencairan dana PIP 2016 sampai 30 Juni 2017.

Menurut Taufik, merujuk pada surat tersebut, dijelaskan kepada pihak bank penyalur untuk terus berkoordinasi dengan tim direktorat untuk meningkatkan pelayanan pencairan dana PIP bagi siswa di wilayah yang masih banyak siswa yang belum mencairkan.

“Misalnya dengan membuka toilet khusus dan memperpanjang waktu pelayanan bagi siswa penerima dana PIP dan mendatangi sekolah-sekolah yang masih terdapat siswa yang belum mencairkan. Pencairan PIP 2016 ditarget sudah dapat mencapai 100 persen pada 30 Juni mendatang,” katanya.

Menurut Taufik, penyebab belum dicairkanya dana PIP memang bermacam-macam.

“Dimungkinkan karena siswa penerima PIP pindah ke sekolah di luar wilayah Kabupaten Banyumas, siswa yang bersangkutan tidak mengetahui waktu pencairan PIP, meninggal dunia atau yang bersangkutan merasa sudah tidak pantas untuk menerima dana PIP,” tutup Taufik. (yda/acd/JPG)