2019 Seluruh UIN Harus Berakreditasi A

Kampus UIN Sultan Syarif Khasim Riau.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) pasang target, seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berakreditasi A pada 2019 nanti.

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamarudin Amin mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan grand desain untuk memuluskan rencana tersebut.

Dengan begitu, panduan sistematis untuk pencapaian target akreditasi bisa tercapai dengan baik.

”Saya minta jajaran kami menyiapkan treatment dan persiapan secara sistematis dari sekarang,” ungkapnya, seperti diberitakan Jawa Pos.


Menurutnya, peningkatan akreditasi ini penting. Sebab, dapat digunakan sebagai tolak ukur kelayakan suatu perguruan tinggi dalam menyelenggarakan layanan pendidiki.

elain itu, bisa digunakan untuk mengetahui gambaran kinerja sekolah.

Mengawali hal ini, kata dia, hal pertama yang harus dilakukan adalah pendataan PTKIN yang akurat. Keberadaan data ini untuk dasar perumusan langkah strategis dalam mensupport proses akreditasi PTKIN.

”Harus diidentifikasi dengan baik data-data PTKIN yang telah terakreditasi A, B dan C dari total PTKIN yang berjumlah 56 lembaga,” ujarnya.

Selain itu, perbaikan dari internal PTKIN juga jadi penentu. Salah satunya terkait tenaga pendidik. Kamarudin turut menyinggung soal pengiriman dosen ke luar negeri, seperti postdoctoral.

Menurutnya, para dosen yang telah dikirim ke luar negeri harus dievaluasi untuk mengetahui hasil yang telah didapat, khususnya bagi peningkatan pembelajaran di kampus tempat mereka mengajar.

Untuk itu, harus ada instrumen untuk melakukan evaluasi. ”Nah, kita lemah di sini,” keluhnya.

Menurutnya, belum ada instrument jelas untuk mengukur apa kepentingan ke luar negeri dan kriteria yang mengikuti. Misalkan, untuk memperkenalkan Islam Indonesia. Lalu, setelah pulang dari luar negeri harus menulis junal internasional. ”Ini kan harus terukur. Instrumen perlu didiskusikan bersama,” tegasnya.

Program lainnya yang jadi perhatiannya adalah pembibitan alumni PTKI untuk memperdalam bahasa asing.

Kamaruddin meminta, pelaksanaan program ini bisa menjadi supporting program 5.000 Doktor, utamanya untuk target pendidikan di luar negeri. (mia)