Ini Mata Pelajaran Paling Tak Diminati di Kelas IPA SMA

Foto Illustrasi: Siswa SMA Darunnajah mengerjakan soal mata pelajatan Kimia saat Ujian Nasional (UN) di SMA Darunnajah, Jakarta Selatan
Foto Illustrasi: Siswa SMA Darunnajah mengerjakan soal mata pelajatan Kimia saat Ujian Nasional (UN) di SMA Darunnajah, Jakarta Selatan

POJOKSATU.id, BANYUMAS – Ternyata, mata pelajaran Kimia menjadi mata pelajaran yang paling tidak diminati siswa SMA kelas 12 dari jurusan IPA.  Seperti diketahui, dalam ujian nasional nanti, siswa boleh memilih salah satu mata pelajaran sesuai jurusanya masing masing. Untuk siswa jurusan IPA, boleh memilik Fisika, Kimia, atau Biologi.

Nah, dari hasil angket yang disebarkan ke siswa, pelajaran Fisika dan Biologi lebih banyak dipilih. Salah satu tim pendataan angket SMAN 2 Purwokerto, Heru Priyatno Adi mengatakan dari hasil angket yang semuanya telah dikembalikan kepada sekolah, menunjukkan siswa yang memilih mapel Kimia sebanyak 59 anak, Fisika 96 anak dan Biologi 110 anak.

“Prosentase pemilih Kimia hanya 22 persen dari total peserta didik yang mencapai 265 siswa,” katanya kepada Radarmas (Jawa Pos Group).

Fakta serupa juga ditemukan di SMAN 1 Purwokerto. Jumlah peserta didik yang memilih Kimia hanya sebanyak 13 siswa. Sementara untuk yang memilih Fisika ada 161 anak dan Biologi 108 anak. “Disini prosentase pemilih kimia sangat rendah. Tidak sampai 5 persen. Hanya 4,6 persen dari jumlah total siswa jurusan IPA sebanyak 282 anak,” kata Kepala SMAN 1 Purwokerto, Mohammad Husain.


Sebelumnya, Kepala MKKS SMA Kabupaten Banyumas, Drs. Tohar M.Si mengutarakan kebijakan siswa dibebaskan untuk memilih satu mata pelajaran sesuai dengan jurusannya bagi sekolah yang telah siap melaksanakan UBK tidak akan terlalu menyulitkan.

Berbeda dengan sekolah yang masih menerapkan UN manual berbasis kertas. Disana tentu ada 3 jenis naskah soal dalam 1 ruang yang sedikit lebih menyulitkan dalam teknis pelaksanaan ujian. Tidak akan timbul masalah besar dengan berlakuknya kebijakan tersebut karena setiap siswa telah memiliki bakatnya sendiri-sendiri.

“Siswa dengan bakat numeric tentu menganggap mapel Matematika lebih mudah dikuasai dibandingkan Biologi. Sebaliknya siswa dengan bakat menulis merasa mapel Bahasa Indonesia sebagai mapel yang paling mudah dipelajari,” tutup pria yang pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala SMA N 5 Purwokerto tersebut.

(yda/JPG)