Kuota Bidikmisi Bertambah, Sekolah Nakal Bakal Diblacklist

Beasiswa Bidikmisi 2017

POJOKSATU.id, SURABAYA – Pendaftaran beasiswa bidikmisi tahun ini berbarengan dengan SNM PTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri) dan SBM PTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri).

Namun, hingga saat ini pemerintah belum menetapkan kuota penerima bidikmisi. Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Warsono mengatakan, belum ada keputusan kuota bidikmisi dari pemerintah.

Namun, mahasiswa yang tidak mampu bisa mendaftar bidikmisi. “Diterima atau tidak, urusannya nanti. Ngajukan dulu jadi peserta bidikmisi, lalu diverifikasi,” tegasnya.

Dari hasil verifikasi, jika diterima, mahasiswa tersebut tidak membayar. Penerimaan bidikmisi berlaku untuk jalur SNM PTN dan SBM PTN.


“Kalau jalur mandiri belum,” ujarnya. Di tingkat nasional, ada tambahan 50 ribu kuota bidikmisi. Namun, kuota itu belum dibagi.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi Unesa Eko Wahjudi menambahkan, tahun lalu ada 300 mahasiswa bidikmisi di fakultasnya. Berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ada mahasiswa yang ternyata tidak layak untuk menerima beasiswa bidikmisi.

Sebab, kata dia, pihak kampus melakukan verifikasi di lapangan pada semester pertama. Jumlah mahasiswa yang dialihkan dari bidikmisi kurang dari 10 persen. Itu diketahui dari sistem yang sudah tersedia.

Karena itu, sekolah yang “nakal” dalam mendaftarkan siswanya untuk ikut bidikmisi harus siap-siap di-blacklist pihak kampus.

Sudah ada sekolah yang beberapa tahun terakhir terindikasi berbuat curang dan kini di-blacklist.

(ant/puj/jpnn)