Menristekdikti Tunjuk Ghufron Pimpin Trisakti

Aksi Demontrasi Mei 1989 di Kampus Trisakti
Aksi Demontrasi Mei 1989 di Kampus Trisakti

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menjadi penengah atas konflik antara yayasan dan kampus Trisakti.

Dalam sebuah forum bersama Komnas HAM dan Kemenkumham, mahasiswa mengajukan adanya pelaksana tugas (Plt) rektor dari kalangan pejabat eselon I Kemristekdikti. Alhasil, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menunjuk Ali Ghufron Mukti sebagai Plt rektor kampus reformasi tersebut.

Ali Ghufron Mukti sendiri saat ini merupakan Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti (Dirjen SDID) Kemristekdikti. Sebagai Plt rektor, hari ini di awal kepemimpinannya Ghufron langsung mendatangi kampus Trisakti untuk mulai menjalankan tugas.

“Saya Kamis sore disuruh tanda tangan, akhirnya keluar SK itu sore. Setelah itu langsung menyelesaikan prosesnya. Biasanya proses panjang tetapi ini dalam satu hari bisa selesai,” ujar Ghufron di Kampus Trisakti, Grogol, Jakarta, Rabu (14/9).


Pada kesempatan itu, Ghufron mengumpulkan jajaran dekan dan perwakilan mahasiswa Universitas Trisakti untuk berdiskusi terkait masalah-masalah yang dialami, seperti terkait pangkalan data pendidikan tinggi, penelitian, akreditasi, hingga sertifikasi dosen. Ghufron berharap, kehadirannya dalam waktu singkat dapat membantu menyelesaikan kendala yang dialami kampus.

“Universitas Trisakti sangat luar biasa dan juga bergengsi. Untuk itu saya ingin dalam waktu singkat dan secepat mungkin agar Universitas Trisaksi bisa menghasilkan sumber daya iptek Indonesia yang beintegritas dan punya karakter kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas,” sebutnya.

Kehadiran Ghufron sebagai Plt Rektor Universitas Trisakti pun disambut baik oleh jajaran kampus termasuk mahasiswa. “Selamat datang Prof Ali sebagai Plt Rektor Universitas Trisakti. Di sini ada rekan-rekan dari BEM dan UKM. Kami ingin lebih kenal lagi dengan Prof Ali, dan kami siap mengawal dalam proses penyelesaian masalah di Unuversitas Trisakti,” imbuh Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Abdul Kadeer.

Sebelumnya konflik antara pihak yayasan dan Universitas Trisakti kembali memanas ketika puluhan preman pada 24 Agustus lalu memasuki kampus dan melucuti aparat keamanan yang sedang bertugas. Peristiwa itu langsung ditangani dengan proses mediasi oleh Menristekdikti dengan pihak kampus, yayasan, dan mahasiswa.

(rfa/ril/pojoksatu)