Dua Solusi untuk Kisruh Universitas Trisakti, Bersatu atau Bubar!

Aksi Demontrasi Mei 1989 di Kampus Trisakti
Aksi Demontrasi Mei 1989 di Kampus Trisakti

POJOKSATU.id, JAKARTA – Terkait kisruh di Universitas Trisakti, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir hanya memberi dua solusi.

“Saya hanya memberikan solusi, apakah mereka bergabung atau bubar, silakan atau dia membentuk baru,” kata Nasir, di Jakrta usai membuka acara Rakernas Forum Keluarga Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Jumat (26/8).

Ketika  berdiskusi dengan pihak Universitas Trisakti (Usakti)  Nasir memberikan dua pilihan yang bisa diambil oleh Usakti. Pertama, jika ingin menjadi PTN maka kampus tersebut harus memenuhi prosedur yang sudah ditetapkan. Salah satunya pada penetapan biaya kuliah yang sama dengan PTN lainnya. Namun, sebagai PTS, Trisakti harus bersedia untuk dikelola oleh Yayasan.

Yang paling penting dilakukan saat ini kata Nasir, kepentingan mahasiswa tidak terabaikan. Mereka harus memperoleh haknya sebagai mahasiswa pada umumnya.


“Jangan sampai terjadi konflik antara yayasan atau badan penyelenggara perguruan tinggi, yang penting harus kita selamatkan mahasiswanya dulu,” imbuhnya.

BACA: Ini Dia 75 Preman Rusuh di Kampus Trisakti, Berapa Bayarannya?

Sejauh ini, Kampus Trisakti tidak bisa dioperasionalkan, sebab sesuai dengan Peraturan Menteri, selama konflik ini belum berakhir maka operasional universitas diberhentikan sementara. “Ini harus diberhentikan sementara. Sambil nunggu perbaikannya,” tambah Nasir.

Sebelumnya diberitakan, pada 24  Agustus lalu, kampus Universitas Trisakti menjadi rusuh lantaran ada sejumlah preman yang masuk kampus. Sementara mahasiswa menuntut pihak yayasan untuk tidak melantik rektor yang baru, karena dianggap tidak pemilihannya melanggar prosedur. Sebenarnya, konflik antara yayasan dan universitas sudah terjadi sejak 14 tahun silam, dan kembali memanas dua hari lalu.

Sejauh ini, upaya mediasi sudah dilakukan Presiden Mahasiswa Universias Trisakti, Abdul Kader dengan mempertemukan pihak yayasan, kampus, Kemristekdikti, Kemenkumham, Komnas HAM, Komisi X DPR RI, dan mahasiswa untuk penyelesaian konflik.

BACA JUGA: Preman Rusuh di Kampus Trisakti Ini Ternyata Relawan Jokowi, Ngaku Sering Dibayar buat Cari Massa

(ril/pojoksatu)