Keren Nih, Siswa SD di Solo Buat Baju Seragam untuk Anak Penyandang Cacat

Yesaya Sandya dan Josephine Meisya, siswa SD di Solo rancang baju untuk penyandang difabel. Foto via Sindonews

POJOKSATU.id, JAKARTA – Terinspirasi dari betapa sulitnya anak penyandang cacat (difabel) mengenakan seragam sekolah karena menggunakan kancing seperti layaknya seragam sekolah pada umumnya, dua murid sekolah dasar (SD) Kristen Widya Wacana Jamsaren, Solo, Jawa Tengah merancang seragam sekolah khusus untuk anak difabel.

Medeka adalah Yesaya Sandya dan Josephine Meisya.
Penemuannya diberi nama Kancing Difabel. Sedehana saja idenya, hanya mengganti kancing yang biasa digunakan diganti dengan magnet jenis neodymium.

“Kami membuat baju kancing difabel terinspirasi dari Kenzo, adik kelas kami. Kenzo tangannya kaku dan kesulitan menggunakan baju. Lalu kami berdiskusi dengan tim riset dan mengganti kancing dengan magnet,” kata pencipta Kancing Difable, Yesaya, Senin (25/7).

Proses produksinya pun terbilang cukup mudah. Yesaya mengaku, hanya membutuhkan waktu tiga jam untuk membuat satu potong baju. Sementara bahan baku yang dibutuhkan diantaranya, kemeja, gunting, magnet neodymium, benang dan jarum.


“Gunting baju pada sisi kancing dan keluarkan kancingnya. Ganti dengan magnet. Letakan magnet pada sisi tersebut dan jahit berputar pada sisinya. Selanjutnya letakkan juga magnet di sisi satunya dan jahit kembali. Setelah selesai, rekatkan magnet,” ujarnya.

Untuk mempermanis busana, Meisya menyarankan untuk menempelkan kancing pada sisi kiri. Sedangkan untuk perawatan, tidak dianjurkan mencucinya dengan mesin cuci. Khawatir daya magnetnya bakal hilang.

(fds/ril/pojoksatu)