Kabar Gembira Nih Buat Mahasiswa Bidikmisi, Uang Biya Hidup Bakal Meningkat

Syarat prestasi pada bidikmisi ditujukan untuk penerima bantuan biaya kelanjutan pendidikan yang benar benar mempunyai potensi dan kemauan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.
Syarat prestasi pada bidikmisi ditujukan untuk penerima bantuan biaya kelanjutan pendidikan yang benar benar mempunyai potensi dan kemauan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.

POJOKSATU.id, PEKANBARU – Bagi kamu mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi, mungkin ini yang selama ini dinanti-nanti. Kabarnya, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bakal meningkatkan uang biaya hidup.

Selama ini, biaya hidup dalam beasiswa Bidikmisi sebesar Rp 600 ribu per bulan. Ini akan diupayakan bisa bertambah menjadi Rp 1 juta ke depannya.

“Kita maunya seperti biaya hidup mahasiswa penerima beasiswa afirmasi daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) yang sampai satu juta per bulannya,” kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir beberapa waktu lalu di Universitas Riau (Unri).

Untuk peningkatan komponen biaya tersebut, Nasir mengakui kalau upaya tersebut akan sedikit berat, sebab alokasi anggaran beasiswa bisa bertambah dari Rp 4,2 triliun menjadi Rp 5 triliun.


Meski begitu, Nasir menyatakan akan terus memperjuangkan. Alasannya, agar mahasiswa terkait dapat konsentrasi penuh dalam menjalani kuliahnya.

“Mereka bisa bahagia masuk seperti di Unri yang SPP-nya tidak dikenakan lagi,” tambahnya.

Jika sudah ditambah komponen biaya hidup, Nasir berharap mahasiswa bisa memanfaatkannya dengn baik, sehongga kuliah bisa benar-benar dselesaikan tepat waktu dengan prestasi yang baik tentunya.

Jika Indeks Prestasi Akademik (IPK) para penerima beasiswa Bisikmisi tinggi, dan bisa berbahasa Inggris dengan baik, bisa memperoleh beasiswa S2 di luar negeri.

“Jangan berpikir di sini (di Indonesia–Red) saja cukup, tapi setinggi-tingginya. Ada kemauan pasti ada jalan,” tegas Nasir.

Untuk diketahui, beasiswa Bidimisi menjadi cara pemerintah membantu anak Indonesia berpotensi akademik baik tapi secara ekonomi perlu dibantu. Kuota mahasiswa ini biasanya sebanyak 60 ribu per tahun. Tapi saat ini sudah bertambah hingga 75 ribu orang.

(ril/pojoksatu)