Tips Jitu Agar Lolos LPDP yang Harus Dipahami!

Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)
Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Bagi pemburu beasiswa, pemerintah Indonesia menyiapkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) hanyalah terbatas.

Pasalnya, setiap tahun ada sekira 100 ribu pelamar LPDP, sementara yang akan diterima hanya 600 sampai 700 orang saja.

Jadi, persiapkan diri semaksimal mungkin. Agar namamu masuk dalam daftar peserta yang beruntung tersebut. Nah, untuk mendaftar beasiswa ini ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan.

“Yang pertama akademik, kemudian kemampuan berbahasa Inggris, lalu sosialnya,” ungkap Internasional Office Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Adhi Dharma Wibawa ST, MT seperti dinukil dari laman ITS, Selasa (15/3/2016).


IPK harus berbeda untuk jenjang tertentu . Seperti untuk beasiswa S-2 IPK yang diperlukan yaitu 3,00. Sementara untuk S-3, yaitu 3,25. Kemampuan bahasa Inggris juga tidak kalah penting, karena kamu membutuhkan score pada IELTS minimal 6,5 atau TOEFL 550 atau TOEIC minimal 75.

Hal lainnya yang juga jangan sampai terlupakan yaitu pada pengalaman sosialmu. Baik pengalama organisasi serta kepedulian sosial lainnya. Sehingga dalam pengisian formulir, jangan sampai melewatkan untuk mengisinya.

“30 anak yang diseleksinya, hanya 50 persen yang akhirnya lolos karena memiliki kebiasaan yang tidak hanya kuliah pulang saja,” ujarnya.

Beberapa hal lainnya yang juga tak kalah penting yaitu letter of acceptance (LOA) yang nantinya akan menjadi nilai plus. Karena, jika nilai akademik dan sosial yang kamu miliki rendah, maka LOA itu akan bisa memberikan nilai yang berbeda.

Pada sesi wawancara, juri juga kan melihat apakah kamu memiliki kemampuan untuk bisa bertahan. Para pelamar yang terkesan labil akan berisiko untuk diberangkatkan.

“Anda bisa lulus atau tidak di sana? Mental pelamar betul-betul diperhatikan sewaktu wawancara. Anak-anak yang terkesan labil akan sangat berisiko jika diberangkatkan,” imbuhnya.

Adhi menambahkan, jika sesi wawancara memiliki bobot yang paling tinggi yaitu sebanyak 70 persen. Sehingga jika pelamar sudah bagus di tahap tersebut, kemungkinan untuk lolos akan besar.

“Kalau waktu wawancaranya cepat, itu artinya bagus. Performa Anda baik sehingga kami merasa puas. Sedangkan kalau lama, itu artinya jelek. Kami ingin menggali lebih jauh lagi kekurangan Anda,” tambahnya.

(Sikah/Pojoksatu)