Menristekdikti Berikan Insentif Untuk Keberhasilan Publikasi Internasional

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir

POJOKSATU.id, MAKASSAR- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir akan memberikan insentif bagi para mahasiswa yang berhasil menuliskan publikasi internasional, baik di tingkat S-1, S-2, maupun S-3.

“Wujudnya harus publikasi. Kalau bisa publikasi internasional yang punya reputasi dan impact factor satu sampai lima,” ujarnya ditemui di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, baru-baru ini.

Nasir menjelaskan, kalau publikasi atau jurnal internasioal bereputasi memiliki impact factor lima, maka Kemristekdikti akan memberikan insentif sebesar Rp1 juta untuk setiap publikasi.

“Tetapi kalau berhasil membuat publikasi dengan impact factor di bawah lima, misalnya dua atau tiga, maka insentif yang diberikan bisa mencapai Rp50 juta,” tuturnya.


Mantan Rektor terpilih Universitas Dipenogoro (Undip) mengungkapkan Tahun ini sendiri, merupakan kali pertama penyelenggaraan program tersebut. Nasir menambahkan sudah mengalokasikasn anggaran sebesar Rp50 miliar untuk insentif jurnal internasional bereputasi impact factor satu sampai lima.

“Insentif itu bertujuan menarik dan merangsang mahasiswa untuk membuat publikasi. Selama ini peneliti yang punya publikasi internasional itu sebenarnya mahasiswa asal Indonesia. Ini sangat aneh. Jadi, mereka banyak yang meneliti atau kuliah, kemudian membuat jurnal internasional di sana, padahal orang Indonesia. Akhirnya publikasinya untuk negara terkait, dan yang seperti itu bukan hanya satu atau dua orang, tetapi banyak,” Tegasnya.

(Sikah/Pojoksatu)