Ada Perubahan SNMPTN & SBMPTN Tahun 2016

SNMPTN
SNMPTN

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir bersama panitia dan jajarannya meluncurkan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016.

Di Gedung D Kemristekdikti, Jakarta, Nasir memaparkkan bahwa peluncuran SNMPTN dan SBMPTN 2016 telah melalui berbagai telaah dan review dari pelaksanaan tahun sebelumnya.

“Beberapa bagian tentu perlu ada yang diperbaiki. Salah satu kendala misalnya dalam hal jaringan, maka kami bekerjasama dengan PT Telkom untuk koneksivitas di daerah-daearah. Kemudian dari pendaftaran menggandeng Bank Mandiri dan Bank BNI. Perbaikan-perbaikan tersebut dilakukan secara kontinyu,” tuturya, Jumat (15/1/2016).

Nasir melanjutkan bahwa ada beberapa perubahan terkait sistem seleksi pada SNMPTN dan SBMPTN. Salah satunya, yaitu menggunakan indeks integritas sekolah sampai proporsi kuota pada masing-masing seleksi masuk PTN.


“Tujuannya mengorelasikan antara pendidikan menengah dan tinggi dengan tidak menurunkan kualitas dan mutu,” terangnya.

Sementara Ketua Umum SNMPTN dan SBMPTN 2016, Rochmat Wahab menambahkan, perubahan juga terjadi pada proporsi alokasi daya tampung pada setiap program studi antara SNMPTN, SBMPTN, dan ujian mandiri (UM). Tahun ini SNMPTN mendapat proporsi kuota maksimal 40 persen, SBMPTN 30 persen, dan UM 30 persen.

“Jadi kuota SNMPTN sebelumnya yang minimum 50 persen, tahun ini digeser 10 persen untuk jalur mandiri,” tandasnya.

Tahun ini, SNMPTN diikuti 78 kampus negeri. Angka ini naik dari peserta sebelumnya yaitu 65 PTN.

(Sikah/Pojoksatu)