Kemenristekdikti Ungkap Banyak PTN Kekurangan Dosen, Kok Bisa?

Menteri Pendidikan dan Riset Teknologi Dikti. M. Nasir
Menteri Pendidikan dan Riset Teknologi Dikti. M. Nasir
Menteri Pendidikan dan Riset Teknologi Dikti. M. Nasir
Menteri Pendidikan dan Riset Teknologi Dikti. M. Nasir

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kekurangan jumlah dosen saat ini ternyata tak hanya dialami oleh perguruan tinggi swasta (PTS) namun juga dialami oleh beberapa perguruan tinggi negeri (PTN).

Kesimpulan ini diambil dari keputusan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang telah menetapkan jumalh dosen dengan jumlah mahasiswa.

Dalam ketetapan itu, Kemenristekdikti menentukan jumlah dosen dengan mahasiswa untuk kelompok eksakta adalah 1:30 dan untuk kelompok sosial 1:45.

Dalam hal ini, pihak Kemenristekdikti mengatakan bahwa kurangnya jumlah dosen di PTN pada program studi (prodi) terjadi akibat kurangnya kontrol dari rektor PTN terkait.


“Memang benar ada satu dua PTN (jumlah dosen kurang), namun ini terjadi di tingkat prodi dan angkanya di bawah 100,” ujar Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Patdono Suwignjo kepada wartawan, Jumat (30/10/2015).

Patdono juga menyatakan bahwa sanksi akan tetap diberikan bagi PTS ataupun PTN yang melakukan pelanggaran. Namun menurutnya, sanksi yang akan diterima PTN bisa jadi lebih berat karena didanai pemerintah dibanding sanksi yang diberikan pada PTS.

“Sanksinya bisa berupa teguran, penghentian pelayanan, penghentian pembinaan, hingga yang terakhir pencabutan izin,” tuturnya.

Menurut Patdono, jumlah prodi di PTN yang jumlah dosennya kurang hanyalah sedikit. Namun, ia menegaskan masalah ini harus segera ditangani agar tidak menggangu jalannya program belajar mengajar di PTN.

“Jumlahnya di bawah 10, tapi tetap harus segera diluruskan,” tuturnya.

(zul/pojoksatu)