Naskah Klir, Siapkan Simulasi Soal Online

UN Online
UN Online
Unas Online
Unas Online

POJOKSATU – Penyelenggaraan Ujian Nasional (Unas) 2015 jenjang SMA sederajat tinggal dua pekan lagi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan pencetakan naskah unas sudah rampung. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Furqon mengatakan, posisi naskah saat ini siap kirim.

Guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung itu menjelaskan, Kemendikbud menjamin bahwa pencetakan naskah unas bisa rampung tepat waktu. Dengan begitu, tidak sampai terjadi gangguan saat ujian yang dilaksanakan mulai 13 April itu. ’’Posisi terakhir 99 persen naskah unas sudah dicetak. Hari ini (kemarin, Red) sangat mungkin sudah 100 persen,’’ ujarnya di sela Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2015 Senin (30/3).

RNPK tersebut mengundang seluruh kepala dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi serta semua kepala dinas pendidikan tingkat kota dan kabupaten.

Furqon juga menjelaskan bahwa pelaksanaan unas berbasis komputer (computer based test/CBT). Pekan ini, lanjut dia, Kemendikbud mengadakan simulasi unas CBT atau dikenal unas online. Kemendikbud sudah menetapkan bahwa unas berbasis CBT untuk jenjang SMP dan SMA/SMK dilaksanakan di 585 sekolah.


’’Dalam simulasi ini, prosesnya sama dengan unas CBT asli nanti,’’ ujarnya. Tetapi, soal-soal ujian dalam simulasi tersebut bukan soal yang dikeluarkan saat unas CBT sungguhan.

Menurut Furqon, simulasi itu diadakan agar siswa paham dengan sistem unas CBT. Dia tidak ingin ada peserta unas CBT yang mendapat nilai jelek bukan karena salah menjawab soal ujian. Dengan unas model baru tersebut, memang ada peluang siswa salah mengisi data diri atau bingung saat akan mengoreksi jawaban yang sudah dipilih.

Ke depan, Furqon menegaskan bahwa unas tetap dipertahankan bukan sebagai penentu kelulusan. Meski begitu, Kemendikbud akan membuat nilai unas menjadi sesuatu yang penting dan bermakna. Dengan demikian, siswa tetap serius mempersiapkan diri dan mengerjakan soal unas.

’’Seperti tes TOEFL, kan tidak ada lulus atau tidak lulus. Tetapi, masyarakat sangat antusias untuk mendapatkan nilai TOEFL tinggi,’’ katanya. Alasannya adalah nilai test of English as a foreign language (TOEFL) yang tinggi bisa dipakai untuk tes masuk instansi di dalam negeri maupun luar negeri. Furqon juga mengatakan, nilai unas akan dibuat sepenting nilai tes TOEFL.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Nurhadi Amiyanto yang ikut dalam rembuk nasional tersebut mengakui, ada bocoran unas di Jateng. ’’Saya mendengar ada jual beli naskah unas. Tetapi, itu palsu. Banyak ditawarkan di Simpang Lima (Semarang, Red),’’ jelasnya.

Dia berani menegaskan soal yang dijual itu palsu karena beredar saat naskah asli belum dicetak. Dia berharap masyarakat tidak tertipu orang yang menawarkan bocoran soal unas. (wan/c7/end/dep)