Hasil UN Siswa bakal Jeblok Jika Orangtua…

ujian nasional
Ilustrasi
Ilustrasi.
Ilustrasi.

POJOKSATU.id, JOGJA – Ada fenomena menarik yang memengaruhi hasil ujian nasional (Unas) di Gunungkidul, Yogyakarta. Banyaknya warga di sana yang merantau, membuat hasil lulusan unas di “Kota Gaplek” itu sering jeblok.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdik-pora) Pemkab Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan, keberadaan orang tua (Ortu), berpengaruh besar terhadap perkembangan anak. Di Gunungkidul,  banyaknya orang tua yang merantau, berdampak buruk terhadap hasil belajar anak di sekolah

“Ketika anak ini berada di rumah hanya dengan saudara atau neneknya, tentu saja pendampingan untuk belajar sangat kurang. Ini secara langsung memicu hasil unas sangat rendah,” katanya.

Ditegaskan, hal tersebut menjadi salah satu penyebab, mengapa Gunungkidul sulit bersaing tingkat kelulusan unas dengan daerah lain di DIJ. “Kondisi ini, membuat kita sulit untuk bisa bersaing,” tandasnya.


Pendidikan, Ujian Nasional
Grafis UN

Diceritakan, tingkat kesibukan orang tua sebagai perantau, ada-lah ingin mencukupi kehidupan sehari-hari. Dan itu adalah niat yang baik. Tapi sayangnya, me-reka melalaikan salah satu tu-gasnya pendampingan anak dalam belajar di rumah. Bahkan tidak sedikit orang tua malah bangga, ketika anaknya bisa mencari nafkah sambilan, seperti mencari belalang.

“Sangat disayangkan, padahal harusnya tugas mereka belajar,” ujarnya.

Menurut dia, rendahnya hasil unas juga disebabkan beban psikis anak ketika akan menem-puh unas. Biasanya, ketika dekat pelaksanaan unas, mental atau psikis anak justru menurun.

“Mereka sudah takut duluan, tidak percaya diri, sehingga saat berhadapan dengan soal-soal unas, justru gemetaran. Tidak fokus, tidak konsentrasi pada soal-soalnya.  Dan saat kelulusan, akhirnya banyak yang tidak lulus, atau lulus dengan nilai pas-pasan,” paparnya.

Masalah tersebut, oleh sekolah juga telah dilakukan berbagai pendekatan, dan kesiapan anak dengan tryout atau latihan-lati-han mengerjakan soal unas.

“Namun ini bukan berarti pre-stasi SDM pelajar di Gunungki-dul rendah. Kualitas SDM-nya tetap tinggi dan sama dengan daerah lain. Karena banyak juga prestasi anak-anak sekolah di Gunungkidul yang menjadi juara hingga tingkat nasional. Hanya saja ketika berkompe-tensi secara individu, kita sering menang, namun ketika secara kelompok kalah,” terangnya.

(gun/jko/ong/radar jogja)