Jelang Unas CBT, Siapkan Proktor dan Teknisi

UN Online, UN 2015
Ilustrasi
COBA DULU: Sejumlah siswa SMKN 1 Jakarta menjajal ujian dengan sistem computer based test (CBT). (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)
COBA DULU: Sejumlah siswa SMKN 1 Jakarta menjajal ujian dengan sistem computer based test (CBT). (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos/Pojoksatu)

POJOKSATU – Pelaksanaan ujian nasional (unas) kurang tiga minggu lagi, yakni mulai 13 April. Segala persiapan sudah dilakukan agar pelaksanaan unas berjalan lancar. Salah satunya, persiapan pengawas ujian nasional CBT (computer based test).

Kepala Seksi Kesiswaan dan Sumber Belajar SMK Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaifuddin menyatakan, ada 26 SMK yang akan ujian CBT. Masing-masing sudah ada proktor dan teknisinya. Pelatihan terhadap para proktor dan teknisi itu juga akan dilakukan. ’’Pelatihan proktor dari puspendik (pusat penilaian pendidikan),’’ katanya.

Dia menyatakan, dalam ujian CBT, proktor merupakan pengawas ruang. Pengawas merupakan komponen penting dalam kelangsungan ujian nasional. Apalagi tahun ini menggunakan ujian nasional CBT.

Kepala Program Jurusan Teknik Komputer Jaringan SMKN 1 Nurmiyati menjelaskan, ada lima laboratorium komputer di sekolahnya. Ada 20 unit komputer di setiap laboratorium tersebut. Satu ruangan dijaga satu proktor dan satu teknisi. Dengan begitu, ada lima proktor dan lima teknisi yang disiapkan SMKN 1.


Tugas proktor adalah membantu siswa untuk login ke komputer saat ujian akan dimulai. Kemudian, teknisi mempunyai tugas yang berkaitan dengan hardware komputer. Misalnya, melakukan tindakan jika komputer mati saat ujian serta menjaga server dan seluruh jaringan client di ruang ujian.

Sudiono, kepala SMKN 6, mengungkapkan hal yang sama. Dia menuturkan, ada tiga proktor yang disiapkan. Ketiganya bahkan kerap dikirim ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi untuk memberi pelatihan dan melakukan verifikasi kepada proktor di daerah. Di SMKN 1, kata dia, proktor dan pengawas tidak dibedakan. ’’Ada tiga laboratorium. Ada tiga proktor yang sekaligus termasuk teknisi,’’ ucapnya.

Apakah nanti ada pengawasan silang dengan sekolah lain? Dia menjelaskan, proktor akan mengawasi siswa di sekolahnya sendiri. Sebab, sekolah yang melaksanakan ujian CBT belum banyak. Terkait hal tersebut, masih akan ada pengarahan dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada 27–28 Maret. ’’Secara teknis, dari kementerian sudah ada pengarahan,’’ terangnya.

Untuk tryout CBT, tambah dia, dilakukan sejak 2 Maret hingga 2 April. Tryout itu dilakukan untuk empat mata pelajaran. Yakni, matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan mata pelajaran untuk kejuruan. Setiap minggu akan ada tryout satu mata pelajaran.Di sekolahnya, ada 276 siswa dari lima program keahlian yang ikut ujian CBT. Terdapat 90 komputer yang disiapkan. Sebanyak 80 di antaranya akan digunakan untuk ujian dan sepuluh lainnya cadangan. (puj/c20/any/dep)