Kekerasan pada Anak Dominan di Sekolah

ILUSTRASI KEKERASAN ANAK, terlantarkan anak

Kekerasan Anak
Dari tahun ke tahun, jumlah kekerasan terhadap anak di Surabaya meningkat. Bahkan, kekerasan di Surabaya tertinggi di Jawa Timur.

Mirisnya, kekerasan terhadap anak itu terjadi di lingkungan sekolah. Risdiana, anggota Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapemas dan KB) Surabaya, menjelaskan bahwa kekerasan dan tindak kriminal yang terjadi di sekolah sangat membahayakan anak.

Jika dibiarkan, anak akan mengalami tekanan psikologis, bahkan trauma berlebihan. “Trauma akan berpengaruh pada perilaku dan kejiwaan anak,” ungkapnya.

Hal itu sangat berbahaya. Sebab, kekerasan sangat berpengaruh pada masa depan bangsa.  “Surabaya
masih tertinggi,” imbuhnya.


Kasus peningkatan kekerasan anak selama 2014 tersebar di beberapa kota di Jawa Timur. Di Surabaya terjadi 153 kasus, Mojokerto 36 kasus, Gresik 31kasus, Jombang 22 kasus, Lamongan 21 kasus, Tuban 18 kasus, Malang 16 kasus, Sidoarjo 15 kasus, Nganjuk 12 kasus, dan Pasuruan 11 kasus.

Dilihat dari jumlah kasus yang masuk, tindak kekerasan terhadap anak di Surabaya menduduki peringkat tertinggi di Jawa Timur. Surabaya berkontribusi 18 persen dalam kasus kekerasan terhadap anak.

Di antara 153 kasus yang terjadi di Surabaya, 47 kasus merupakan kasus kekerasan dan pelecehan yang terjadi di lingkungan sekolah. Artinya, hampir 31 persen kasus didominasi kekerasan terhadap anak.

Sebanyak 32 kasus adalah penelantaran pendidikan karena kebijakan Dispendik Surabaya tidak berpihak pada kepentingan terbaik anak.Itu sekitar 20 persen.

Kasubag Umum dan Kepegawaian Dispendik Surabaya Retnowati tidak mau berkomentar. Menurut dia, dispendik berencana untuk membahas konsep perlindungan anak di lingkungan sekolah. Caranya, membuat peraturan baru dan terus menyosialisasikan cara melin dungi anak didik dari kekerasan.

Menurut Retno, perlindungan anak di sekolah akan dilakukan dengan beberapa cara. Di antaranya, penampilan diri dan sadar situasi. “Para siswa dalam berpakaian hendaknya mengenakan pakaian yang tertutup dan sopan serta perlu memperhatikan tempat dan situasi. Hindari tempat-tempat sepi yang sering mengundang tindak kejahatan,” jelasnya.

(han/c1/hen/radar surabaya)