Sekolah Kampenyekan Konsumsi Buah Lokal

Birrul Kampenye Konsumsi Buah Lokal. dok: Aghi/Radar Bogor
Birrul Kampenye Konsumsi Buah Lokal. dok: Aghi/Radar Bogor
Birrul Kampenye Konsumsi Buah Lokal. dok: Aghi/Radar Bogor

POJOKSATU – Tersir kabar beberapa waktu lalu tentang buah import yang mengandung bakteri, Birrul Waalidain kampanyekan makan buah lokal. Sebanyak 700 pelajar Sekolah Islam Terpadu (SIT) Birrul Waalidain ikuti gerakan makan buah lokal dengan membawa buah-buahan khas Indonesia, Kamis (29/1).

Banyak orang yang memilih mengkonsumsi buah import ketimbang buah lokal dengan berbagai macam alasan. Selain mahal, ternyata beberapa buah import juga ada yang mengandung bakteri berbahaya. Dikatakan ketua yayasan Birrul Waalidain Memed Jalaludin, bahwa kegiatan ini baru pertama diadakan. Tujuannya kata Dia, agar anak selalu mengkonsumsi buah lokal karena mudah ditemukan juga terjangkau. “Beberapa waktu lalu diberitakan bahwa beberapa jenis buah import mengandung  bakteri yang berbahaya, maka dari itu kami lakukan kampanye makan buah lokal,” katanaya pada Radar Bogor. Selain itu diapun mengatakan bahwa dengan memakan buah lokal, akan meningkatkan penghasilan tukang buah.

Tidak hanya kampanye makan buah lokal, seluruh siswa juga dikenalkan beberapa buah langka khas Bogor seperti kemang. “Buah-buahan lokal juga banyak yang mulai langka dan banyak anak yang tidak mengetahui buah lokal khas Bogor seperti Kemang, maka dari itu kami kenalkan,” ungkap Memed kemarin. Antusias siswa-siswi pung sangat tinggi untuk ikut serta kegiatan makan buah lokal ini, terbukti dari seluruh siswa-siswi membawa buah-buahan lokal seperti rambutan, apel malang, dan lainnya. “Saya bangga sekali anak-anak antusias untuk mengakampanyekan makan buah lokal ini,” pungkasnya. (rp10/zul)