Bobot Hasil UN di SNM PTN 10%

UN

POJOKSATU- Meski tak lagi menjadi penentu kelulusan, nilai ujian nasional (unas) tidak bisa dianggap remeh. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek-Dikti) memutuskan untuk menggunakan nilai unas sebagai pertimbangan masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Keputusan tersebut disampaikan langsung Menristek-Dikti Muhammad Nasir. ”Saya sudah menandatangani permen (peraturan menteri, Red)-nya,” kata dia di Jakarta, Selasa (13/1). Untuk itu, Nasir berharap peserta unas, khususnya siswa SMA sederajat, mengerjakan soal ujian dengan sungguh-sungguh.

Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tersebut menjelaskan, tahun ini ada tiga jalur masuk PTN. Yaitu seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN), seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN), dan seleksi mandiri oleh masing-masing PTN. ”Nah, nilai unas itu kami pakai untuk jalur seleksi SNM PTN,” ujar Nasir.


Mantan dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undip tersebut menjelaskan, nilai unas hanya menjadi salah satu faktor atau pertimbangan kelulusan SNM PTN. Total ada tujuh hingga delapan faktor pertimbangan kelulusan, tetapi Nasir tidak hafal perinciannya.

Khusus untuk nilai unas, Nasir mengatakan memiliki bobot 10 persen dari total pertimbangan kelulusan SNM PTN. ”Bobot 10 persen ini berlaku untuk semua PTN. Tidak boleh PTN ini 10 persen, PTN itu 5 persen, dan sebagainya. Harus sama,” tutur dia.

Menteri kelahiran Ngawi, 54 tahun silam, tersebut menjelaskan, pertimbangan lain kelulusan SNM PTN adalah nilai rapor dan rekam jejak (track record) prestasi akademik siswa. Rekam jejak alumni satu sekolah yang kuliah di kampus tertentu juga dipertimbangkan. Apakah alumninya memiliki catatan akademik ”merah” selama kuliah atau malah mengukir prestasi. Akreditasi sekolah asal juga menjadi pertimbangan.

Nasir mengatakan, pendaftaran SNM PTN mungkin mulai dibuka Februari. Tanggal pastinya akan diumumkan saat peluncuran SNM PTN Kamis (15/1). Pendaftaran SNM PTN tahun ini digratiskan, biasanya ditanggung negara. Pelamar SNM PTN yang tidak lulus unas dipastikan juga tidak lulus SNM PTN. Untuk itu, kelulusan SNM PTN diumumkan setelah pengumuman kelulusan unas.

Total kuota mahasiswa baru di semua kampus PTN diperkirakan sebanyak 800 ribu. Pemerintah mengatur minimal 50 persen di antaranya harus diisi calon mahasiswa dari saringan SNM PTN. Kemudian maksimal 30 persen dari SBM PTN dan sisanya maksimal 20 persen dari seleksi mandiri.

Sementara itu, Nasir menjelaskan, pelaksanaan unas menjadi kewenangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan. Jajaran PTN, imbuh dia, siap jika nanti diminta ikut membantu dalam kepanitiaan unas. ”Kami juga siap berkonsentrasi penuh di penerimaan mahasiswa baru jika nanti tidak dilibatkan di kepanitiaan unas,” pungkasnya. (wan/c9/end)