POJOKSATU.id - Berkendara dengan sepeda motor menjadi pilihan banyak orang, terutama bagi mereka yang beraktivitas di kota besar.
Selain lebih praktis, motor juga dinilai lebih ekonomis dan mampu menembus kemacetan dengan lincah. Namun, di balik kemudahan ini, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.
Agar perjalanan tetap aman, pengendara perlu memahami kondisi lalu lintas perkotaan yang padat dan dinamis.
Mematuhi aturan, menjaga kecepatan, serta memperhatikan lingkungan sekitar menjadi kunci untuk menghindari risiko kecelakaan.
Jalanan kota dikenal dengan keramaiannya. Berbagai pengguna jalan seperti angkutan umum, pesepeda, pejalan kaki, hingga kendaraan pribadi saling berbagi ruang.
Situasi ini menuntut pengendara motor untuk selalu fokus dan waspada.
Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma, mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan selama berkendara.
Ia menegaskan bahwa sepeda motor memang menawarkan kemudahan akses, tetapi tetap diperlukan kewaspadaan agar perjalanan tetap aman.
“Berkendara dengan sepeda motor merupakan pilihan yang praktis dan ekonomis, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di perkotaan. Sepeda motor memudahkan akses ke berbagai tempat, namun penting untuk selalu memperhatikan keselamatan saat berkendara. Selain memastikan perlengkapan berkendara yang lengkap, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan agar tetap aman di jalan perkotaan,” ujar Ludhy.
Salah satu langkah sederhana yang sering diabaikan pengendara adalah mematuhi batas kecepatan.
Batas kecepatan yang ditetapkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) di area perkotaan bukan sekadar aturan, melainkan upaya untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus melindungi pengguna jalan.
Ludhy menambahkan bahwa kecepatan yang terlalu tinggi justru mempersempit pandangan pengendara, sehingga mengurangi kemampuan untuk mengantisipasi bahaya.
“Perkotaan merupakan wilayah dengan lalu lintas yang sangat padat. Banyaknya pengguna jalan seperti angkutan umum, pesepeda, pejalan kaki, dan kendaraan lainnya menuntut kita untuk selalu fokus dan waspada. Oleh karena itu, sangat penting untuk berkendara dengan kecepatan yang sesuai dengan kondisi jalan dan mematuhi batas kecepatan yang tertera pada rambu-rambu lalu lintas yang dipasang oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Batas kecepatan yang ditetapkan sudah disesuaikan dengan kondisi jalan untuk memastikan kelancaran dan keamanan berkendara,” jelasnya.
Di area perkotaan, kecepatan maksimal yang disarankan umumnya adalah 40 km/jam.
Dengan kecepatan ini, ruang pandang pengendara menjadi lebih luas, sehingga lebih mudah mendeteksi potensi bahaya dan cepat bereaksi jika terjadi situasi tak terduga.
“Kecepatan maksimal 40 km/jam di area perkotaan memberikan keuntungan karena memperluas ruang lingkup penglihatan kita. Dengan kecepatan yang lebih rendah, kita bisa lebih mudah mengantisipasi potensi bahaya dan lebih cepat bereaksi terhadap situasi yang tidak terduga. Sebaliknya, semakin tinggi kecepatan yang kita tempuh, semakin sempit ruang lingkup penglihatan kita, sehingga memperbesar risiko kecelakaan,” terang Ludhy.
Bahaya di jalanan kota bisa muncul kapan saja. Kendaraan yang tiba-tiba berhenti, pejalan kaki menyeberang mendadak, atau perubahan arus lalu lintas, semua itu bisa terjadi tanpa diduga.
Itulah sebabnya, pengendara harus selalu memperhatikan situasi sekitar dan menghindari hal-hal yang dapat mengurangi konsentrasi.
Hindari penggunaan handphone saat berkendara, dan kurangi berbincang terlalu lama dengan penumpang.
Hal-hal ini, meskipun terlihat sepele, bisa membuat pengendara kehilangan fokus dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Kecelakaan dapat dicegah dengan kesiapan dan kewaspadaan. Tidak ada bahaya yang datang begitu saja jika pengendara selalu memperhatikan kondisi sekitar dan siap untuk bereaksi dengan tepat saat ada potensi bahaya. Selain itu, jangan lupa untuk selalu mengenakan helm dan jaket sebagai perlindungan diri, serta pastikan menggunakan riding gear lainnya seperti sarung tangan, celana panjang, dan sepatu untuk menjaga keselamatan,” tutur Ludhy.
Tak kalah penting, penggunaan perlengkapan berkendara atau riding gear menjadi perlindungan utama saat berkendara. Helm berstandar SNI wajib dikenakan untuk melindungi kepala.
Jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu juga membantu melindungi tubuh dari benturan atau gesekan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Perlengkapan ini memang tampak sederhana, tetapi memiliki peran besar dalam menjaga keselamatan pengendara di jalan.
Keselamatan adalah hal yang harus diutamakan setiap kali berkendara, terutama di tengah padatnya lalu lintas perkotaan.
Dengan menjaga kecepatan, waspada terhadap kondisi sekitar, dan melengkapi diri dengan riding gear, perjalanan menjadi lebih nyaman dan risiko kecelakaan bisa diminimalisir.
Selalu ingat, **#Cari_Aman** saat berkendara di jalanan kota. Karena perjalanan yang selamat adalah perjalanan yang paling berharga.***



