POJOKSATU.id, Jakarta - Lampu sein bukan sekadar aksesori pada sepeda motor—komponen ini berperan penting sebagai alat komunikasi visual antar pengendara.
Dengan menyalakan lampu sein, kita bisa memberi isyarat kepada pengguna jalan lain mengenai arah pergerakan kendaraan tanpa perlu berbicara atau membunyikan klakson.
Penggunaan yang tepat tidak hanya membantu pengendara lain mengantisipasi pergerakan kita, tetapi juga meningkatkan keselamatan bersama di jalan raya.
Sayangnya, masih banyak pengendara yang kurang memahami penggunaan lampu sein dengan benar, termasuk mengganti warnanya dengan warna lain.
Padahal, standar warna lampu sein adalah oranye karena lebih mudah dikenali dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Selain itu, warna ini identik dengan tanda peringatan atau kewaspadaan, sehingga lebih efektif dalam menyampaikan pesan kepada pengguna jalan lain.
Tak hanya warna, ritme kedipan lampu sein juga telah dirancang agar nyaman bagi mata dan tetap jelas terlihat. Jika kedipan terlalu cepat, meskipun lebih mencolok, bisa membuat pengendara lain bingung.
Sebaliknya, jika terlalu lambat atau bahkan tidak berkedip, fungsinya sebagai penanda arah menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, pastikan lampu sein berfungsi dengan baik sesuai standar agar tetap aman di jalan.
Menurut Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, penggunaan lampu sein yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
“Salah satu kesalahan umum adalah lupa mematikan lampu sein, sehingga arah yang ditunjukkan tidak sesuai dengan pergerakan sebenarnya. Oleh karena itu, pengendara harus selalu memperhatikan indikator kendaraan dan menggunakan lampu sein dengan benar,” jelasnya.
Selain itu, menyalakan lampu sein secara mendadak juga berbahaya.
“Sebelum berbelok atau berpindah jalur, sebaiknya lampu sein dinyalakan sekitar lima detik sebelumnya agar pengendara lain memiliki waktu untuk mengantisipasi pergerakan kita. Hal ini membantu mengurangi potensi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di jalan,” tambah Ludhy.
Lampu hazard juga merupakan bagian dari sistem lampu sein, tetapi memiliki fungsi yang berbeda.
Lampu ini hanya digunakan dalam situasi darurat, seperti ketika kendaraan mengalami kerusakan di tengah jalan.
“Hindari penggunaan lampu hazard dalam situasi yang tidak sesuai, seperti saat berkendara dalam konvoi atau ketika hujan, karena dapat membingungkan pengendara lain,” tegas Ludhy.
Menggunakan lampu sein dengan benar adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai pengendara.
Pastikan setiap isyarat yang kita berikan jelas dan sesuai dengan kondisi di jalan. Jadilah pengendara yang bijak, selalu utamakan keselamatan, dan **#Cari_Aman** dalam setiap perjalanan!



