POJOKSATU.id — Oli matik merupakan peranan penting dalam menjaga kinerja transmisi, sehingga perlu adanya penggantian oli matik di setiap beberapa ribu kilometer.
Menurut Eko Sulistyo selaku Technical Leader Nasmoco Demak, penggantian oli matik dapat mengikuti panduan kepemilikan kendaraan.
Untuk pemakaian normal, penggantian oli transmisi matik model AT dilakukan setiap 100.000 Km.
Sedangkan untuk pemakaian berat, sebaiknya diperiksa kualitasnya setiap 40.000 Km, atau diganti setiap 80.000 Km.
Baca Juga: Quick Count Pilpres 2024 Pada Lembaga Survei LSI Denny Ja dan Indikator Politik
Kondisi berat ini mencakup situasi seperti kendaraan mengangkut beban berat atau putaran mesin tinggi secara konstan lebih dari 2 jam.
Setiap 80.000 Km, oli transmisi matik AT harus diperiksa, dan jika sudah memburuk, disarankan untuk segera diganti.
Hal ini penting karena banyak kasus kerusakan pada transmisi matik disebabkan oleh penurunan kualitas ATF (automatic transmission fluid).
AFT sendiri berfungsi sebagai pelumas, untuk menjaga kualitas serta performa transmisi dan berfungsi sebagai pelumas.
Baca Juga: Sutradara Film Dokumenter 'Dirty Vote' Dipolisikan, Chiki Fawzi Sebut Bagian dari Kriminalisasi
Tidak hanya berfungsi sebagai pelumas, tetapi juga sebagai fluida pentransfer gaya.
Oleh karena itu, menjaga kualitas ATF adalah hal yang sangat penting untuk mencegah risiko kerusakan pada transmisi AT.
Jadi, meskipun patokan penggantian oli transmisi matik model AT dari dealer adalah setiap 100.000 Km, dalam kondisi tertentu perlu untuk dimajukan guna menghindari kerusakan.
Melakukan pemeriksaan secara berkala juga sangat penting untuk menjaga kualitas dan kinerja transmisi mobil matik Anda.***
Artikel ini ditulis oleh Syawal Gilang Cahyadi dengan judul "Oli Matik Perlu Diganti Setiap 40.000 KM Sekali? Cek Disini!.


