POJOKSATU.id, MOBIL listrik selama ini dikenal lebih ekonomis dalam hal biaya operasional dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran internal (ICE).

Saat digunakan di jalan perkotaan, kendaraan listrik atau EV (electric vehicle) memang terbukti lebih efisien dalam mengubah energi baterai menjadi gerakan roda, sehingga energi yang terbuang jauh lebih sedikit.

Namun menariknya, kondisi justru bisa berbalik ketika mobil listrik melaju di jalan bebas hambatan atau tol.

Alih-alih hemat, EV bisa menjadi “rakus” dalam mengonsumsi daya listrik.

Baca Juga: Ajang Silaturahmi Bikers Terbesar di Indonesia, Honda Bikers Day 2025 Resmi Dibuka

Mengapa EV Boros di Jalan Tol?

Bonar Damarjati Pakpahan, Product Expert Assistant Manager PT Hyundai Motors Indonesia (HMI), memaparkan ada tiga faktor utama yang membuat EV boros energi di jalan tol:

-Karakter motor listrik

-Minimnya regenerative braking

-Faktor aerodinamika

Karakter Motor Listrik

Bonar menjelaskan, umumnya mobil listrik hanya menggunakan transmisi 1 percepatan.

Baca Juga: Sertifikat Pendidik Lulusan PPG 2025 Tak Langsung Dibagikan, Ini Alur Penyerahannya

Pada kecepatan tinggi, rotor motor listrik harus berputar lebih cepat dan inverter bekerja keras mengonversi arus DC dari baterai ke AC untuk menggerakkan motor.

“Hal itu membuat terjadi switching losses, yakni proses konversi daya yang tidak sempurna karena beban kerja tinggi,” ujar Bonar.

Sementara mobil ICE walaupun tidak seefisien EV di perkotaan, namun di jalan tol justru lebih optimal.

Putaran mesin stabil, beban kerja konsisten, tidak ada energi terbuang saat idle, dan pembakaran berlangsung pada titik efisiensi terbaik.

Minimnya Regenerative Braking

Efisiensi EV di perkotaan terbantu oleh adanya sistem regenerative braking, yaitu pemulihan energi kinetik saat pengereman menjadi energi listrik tambahan yang masuk ke baterai.

Baca Juga: Guru Non ASN Galau, Anggaran TPG 2026 Belum Terpenuhi Meski Ada Dana Tambahan

Namun di jalan tol, mobil jarang melakukan pengereman karena kecepatan cenderung konstan.

Artinya, EV kehilangan kesempatan mendapatkan “bonus energi” ini.

Aerodinamika yang Jadi Tantangan

Faktor ketiga adalah hambatan udara. Pada kecepatan tinggi, mobil harus melawan gaya drag lebih besar sehingga konsumsi energi melonjak drastis.

Bonar menyebut hambatan udara ini sebenarnya juga dialami mobil ICE, hanya saja pada EV dampaknya terasa lebih signifikan.

Baca Juga: Target Pajak Naik Tajam, Bisakah Purbaya Tembus dengan Jurus Quick Win?

Karena itu, banyak produsen mobil listrik mendesain produknya dengan coefficient drag (Cd) serendah mungkin untuk mengurangi hambatan udara.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Bantu tulis tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.

Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami:

Demikian ulasan lengkap penyebab borosnya mobil listrik selam dalam perjalana di jalan tol. ***