POJOKSATU.id, Jakarta - Pernahkah anda memperhatikan reflektor kecil yang terpasang di motor, baik di spakbor belakang, depan, atau di bawah lampu rem?
Komponen yang sering disebut mata kucing ini mungkin terlihat sepele, tetapi punya peran besar dalam keselamatan berkendara.
Menurut Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, mata kucing termasuk reflektor pasif.
Artinya, ia tidak memancarkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan sinar dari lampu kendaraan lain yang mengenainya.
"Reflektor ini membantu pengendara lain melihat keberadaan motor, terutama saat malam hari atau dalam kondisi minim cahaya," jelasnya.
Di Indonesia, reflektor ini umumnya berwarna merah dan dipasang di spakbor belakang sebagai tanda tambahan jika lampu rem atau lampu senja mengalami gangguan.
Di beberapa negara lain, reflektor juga dipasang di samping atau depan motor, seperti di spakbor atau shockbreaker, untuk meningkatkan visibilitas dari berbagai arah.
Meskipun kecil, mata kucing ini memiliki dampak besar dalam mencegah kecelakaan.
Oleh karena itu, sebaiknya jangan melepas atau merusaknya agar tetap aman saat berkendara, terutama di malam hari.
Selain mengandalkan reflektor, pastikan juga selalu memakai perlengkapan keselamatan lengkap, seperti helm, jaket, sarung tangan, dan perlengkapan lain yang mendukung keamanan di jalan.
Dengan begitu, kita bisa tetap #Cari_Aman dan mengurangi risiko kecelakaan saat berkendara.***



