POJOKSATU.id —
Mobil matic saat ini pada umumnya memikili dua jenis transmisi yang berbeda yaitu, Continuously Variable Transmission (CVT) dan Automatic Transmission (AT).

Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel Worner Matic mengungkapkan, kedua transmisi matic tersebut sama-sama mengandalkan tekanan oli.

"Prinsip dasarnya semua transmisi matik baik CVT dan AT basisnya tekanan oli, yang membedakan hanya pada pembentukan rasio gigi atau percepatan," ungkap Hermas.

Walaupun CVT dan AT sama-sama mengandalkan tekanan oli, tetapi terdapat perbedaan yang signifikan. Mulai dari desain, performa hingga perpindahan giginya memiliki perbedaan karakter.

Baca Juga: Kementerian Kominfo : Jaga Nama Indonesia Sebagai Negara Demokratis

Menurut Hermas E Prabowo, AT menggunakan planetary gear set untuk menentukan rasio perpindahan gigi, sementara CVT menggunakan pulley primer dan sekunder yang terhubung oleh sabuk baja.

Selain itu, terdapat perbedaan signifikan dalam jumlah friction clutch dan steel clutch yang dimiliki oleh masing-masing tipe transmisi.

“Untuk model AT biasa, rasio keseluruhan di tentukan planetary gear set. Jadi, rasio masing-masing gigi transmisi matik pola perhitungannya dibentuk planetary gear,"

Transmisi AT cenderung memiliki lebih banyak friction clutch, dari pada CVT. Hal tersebut disampaikan Hermas selaku teknisi senior juga.

Baca Juga: Tips Sunmori Ride Biar Tetap Gaya dan Aman

“Kalau pada CVT, friction clutch maksimal berjumlah 6 buah, untuk friction, steel bisa tujuh atau delapan,” katanya.

"Tapi kalau yang AT, friction-nya bisa sampai 18, 20. Bahkan untuk tipe-tipe tertentu yang mobil power-nya besar, bisa sampai di atas 30 keping. Begitu juga dengan steel clutch-nya," tambah nya.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan beberapa varian CVT kini dilengkapi dengan torque converter, seperti pada beberapa tipe Honda generasi awal tahun 2003 hingga 2005, untuk mengatasi slip berlebihan.

Torque converter, sebagai komponen penting dalam transmisi otomatis, berperan dalam menghubungkan putaran mesin dengan transmisi, serta meredam getaran mesin dari torsi besar yang dihasilkan untuk meningkatkan momentum akselerasi mesin.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jabar Minta Pemprov Persiapkan Alat Berat di Wilayah Rawan Bencana Saat Hari Pemungutan Suara

Jadi kesimpulannya, transmisi matic CVT dengan AT sama-sama mengandalkan tekanan oli hanya berbeda pada cara kerja teknisnya.***

 Artikel ini ditulis oleh Syawal Gilang Cahyadi dengan judul "Apasih Bedanya Matic Cvt dan AT? Cek disini!."