Kisah Unik di Balik Karya Foto Pemenang Nikon x Yamaha Photo Competition Seri Kedua

Juara 1 : I Made Adi Dharmawan_We Are Maxi Yamaha - Adi Dharmawan

POJOKSATU.ID, Jakarta – Seri kedua Nikon x Yamaha Photo Competition telah resmi berakhir pada bulan Agustus lalu. Setidaknya ada 15 pecinta fotografi yang telah diumumkan sebagai pemenang, sehingga mereka berhak membawa pulang hadiah berupa 1 unit motor All New NMAX 155 Connected (juara 1), kamera Nikon dengan seri tertentu (Juara 2 dan 3), serta apparel resmi Maxi Yamaha (12 pemenang lainnya).


Seluruh pemenang yang terpilih, memang dinilai memiliki tingkat kreativitas serta antusiasme yang tinggi selama mengikuti jalannya perlombaan.

Hal tersebut dapat dilihat dari kualitas konten yang dihasilkan, dimana mereka sukses memproduksi karya foto terbaik dengan beragam teknik pengambilan gambar dalam menampilkan momen indah bersama skutik Maxi Yamaha.

Namun di balik pencapaian luar biasa yang diraih oleh ke-15 pemenang, ternyata ada secercah kisah perjuangan yang mewarnai jalannya pembuatan karya foto tersebut. Hal itu seperti yang diungkapkan oleh I Made Adi Dharmawan, sang Juara pertama Nikon x Yamaha Photo Competition Seri ke-2 yang juga seorang konsumen NMAX asal Bali.


Adi sapaan akrabnya, mengaku menghabiskan waktu selama dua minggu untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum mengambil foto yang akan diperlombakan. Riset tersebut meliputi penentuan lokasi, penggalian ide konsep, hingga teknik pengambilan foto.

“Sebagai seorang fotografer saya betul-betul mempertimbangkan dengan sangat detil konsep foto yang akan saya buat. Dalam penentuan lokasi saja saya sampai survey keliling beberapa tempat wisata di Bali kurang lebih selama seminggu, dari pagi sampai sore. Dan akhirnya ketemulah lokasi yang cocok yaitu di Pantai Melasti, Kuta Selatan. Saya ambil background jalan dengan tebing di kedua sisinya. Dengan sentuhan pencahayaan dan pengambilan angle yang tepat, ketika line up motor dijejer ditengah bisa memberikan efek seakan-akan motor menelusuri lorong jalan yang tidak berujung. Saya puas sekali dengan hasilnya,” ungkap pria yang juga bekerja sebagai pengajar fotografi ini.

Selain persiapan yang matang, pengalaman Adi yang sejak tahun 2017 mengikuti kompetisi foto Nikon x Yamaha juga menjadi salah satu faktor kunci kesuksesan.

Pasalnya dengan pengalaman tersebut, dirinya dapat mengevaluasi hasil karya-karya foto sebelumnya untuk kemudian dijadikan dasar dalam menentukan konsep foto yang jauh lebih menarik dan sesuai dengan tema kedepannya.

“Sejak tahun 2017 saya sudah langganan mengikuti kompetisi foto Nikon x Yamaha, jadi setidaknya sudah punya pengalaman dan tahu kira-kira konsep apa yang menarik untuk diangkat kedalam sebuah foto dengan motor Maxi Yamaha sebagai objek utamanya. Seperti foto yang saya buat saat ini, karena skutik Maxi Yamaha ini terkenal sebagai motor touring yang andal berkat posisi duduk yang nyaman, bagasi yang besar serta mesin berperforma tinggi, jadi konsep yang saya pakai adalah adventure trip dimana produk tersebut digambarkan sebagai skutik tangguh yang cocok menjadi teman berkendara dalam mendukung mobilitas harian maupun hobi.” tambahnya.

Bagi Adi, perhelatan Nikon x Yamaha Photo Competition dinilainya sebagai kegiatan yang sangat positif dalam menggairahkan dunia fotografi tanah air. Karena kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk para pecinta fotografi dalam menunjukan bakat serta kreatifitasnya yang memang telah menjadi hobi mereka.

Tidak hanya itu, kompetisi ini juga bisa dimanfaatkan oleh peserta untuk menikmati aktivitas berkendara bersama skutik Maxi Yamaha, sembari mengabadikan momen perjalanannya kedalam bentuk konten foto yang dapat diperlombakan.

“Sebetulnya dengan mengikuti kompetisi foto Nikon x Yamaha ini saya juga bisa sekalian touring dengan teman-teman pengguna Maxi lainnya. Terutama saat melakukan survey lokasi. Dan karena kegiatan ini dilakukan dimasa pandemi, foto yang kami buat juga dapat menjadi sarana untuk mempromosikan kembali keindahan alam dan destinasi wisata unggulan yang ada di Bali, mengingat sejak masa pandemi ini industri pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak,” tutupnya.

(adv/dia/pojoksatu)