POJOKSATU.id - Meski terlahir di Cimahi, Jawa Barat dan lancar berbahasa Sunda, Anthony Sinisuka Ginting memiliki garis keturunan Karo dari ayahnya.

Anthony Sinisuka Ginting atau akrab disapa Anthony Ginting ini merupakan salah satu atlet bulu tangkis kebanggan Indonesia di sektor tunggal putra.

Ayahnya bernama Edison Ginting dan ibunya Lucia Sriati. Kini keluarganya tengah dirundung duka, usai meninggalnya sang ibu pada Rabu 9 Agustus 2023 kemarin.

Baca Juga: Stadion Si Jalak Harupat jadi Veneu Piala Dunia U-17, Bupati Bandung Pastikan Pembangunan Sarana Pendukung

Anthony Ginting lahir pada 20 Oktober 1996, di tanah Sunda. Maka dari itu meskipun ia memiliki darah Karo, ia lancar berbahasa Sunda.

Ginting adalah panggilan penggemar untuknya. Ia berasal dari klub SGS PLN Bandung.

Bakatnya terlihat sejak ia duduk di Sekolah Dasar (SD), Anthony menjuarai kompetisi bulutangkis MILO School Competition nomor Tunggal Putera pada tahun 2008.

Baca Juga: Bocah Karawang Tenggelam di Pantai Pulomaya Ditemukan Meninggal

Lalu, saat SMP ia kembali menjadi juara pada ajang yang sama di tahun 2012.

Anthony gabung dengan SGS PLN Bandung pada tahun 2013. Di sinilah ia menjalani karir profesionalnya sebagai atlet bulu tangkis.

Anthony menjadi salah satu atlet yang diandalkan untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia pada nomor tunggal putera.

Baca Juga: DPRD Kota Bandung Tidak Buka Sesi Wawancara dan Silaturahmi untuk 3 Calon PJ Walikota, Kenapa?

Ragam prestasi telah diraih Anthony Ginting, saat dirinya membela Indonesia.

Ia juga kerap mengikuti banyak kejuaraan bergengsi mulai dari Indonesia Open, Korea Open, Japan Open, Australia Open, All England, hingga Thomas Cup.

Salah satu kelebihan Anthony Ginting adalah kecepatannya. Hal itu pernah menjadi perhatian pebulutangkis andalah China sekaligus juara dunia 2015, Chen Long.

Chen Long pernah dikalahkan Anthony pada kejuaraan Australian Open Superseries pada babak perempatfinal dan menurutnya, Anthony memiliki pergerakan yang cepat.

Baca Juga: Pelaku Penusukan di Padasuka Cimahi Pakai Jaket Ojol Ditangkap, Ternyata Mantan Suami Korban

Anthony menjadi salah satu tiga pemain Indonesia yang dikirimkan pada ajang Kejuaran Dunia Bulu Tangkis 2017 di Glasgow, Skotlandia yang merupakan ajang perdana yang ia ikuti pada kejuaraan dunia.

Sayangnya langkah Ginting terhenti pada babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2017.

Ginting menebus prestasi kelamnya pada ajang Korea Terbuka 2017. Ia berhasil menjuarai setelah mengalahkan Jonatan Christie dalam pertarungan rubber game di babak final.

Baca Juga: 'Apologize to Lisa' Trending Twitter, Akun Fanbase NewJeans Ketahuan Berkomentar Kasar ke Member Blackpink Itu

Salah satu pertandingan yang paling fenomenal adalah ketika dia dan kawan-kawan memenangkan Piala Thomas pada 2020 di Aarhus, Denmark. 

Ketika itu Anthony turun di nomor pertama melawan Lu Guangzu meski kalah pada gim pertama 18-21, namun ia berhasil bangkit 21-14 21-16 dan menyumbangkan poin pertama untuk Indonesia.

Dua poin selanjutnya disumbang oleh Fajar/Rian dan Jonatan Christie sehingga Indonesia menang telak 3-0 melawan China.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Tersangka Bareng Diskon Vonis Ferdy Sambo, Diduga Serangan dan Pembungkaman

Pada Agustus 2023 ia masih berada di peringkat 2 dunia hanya kalah dengan Viktor Axelsen.

Ginting meraih 8 gelar juara level senior, 1 gelar level junior dan 7 posisi runner-up (BWF event). 

Kemunculan namanya mencuat dengan kencang hingga dicintai fans China manakala ia berhasil menjadi juara di Korea Open 2017 dan juara di China Open 2018 dengan mengalahkan 4 orang juara dunia yakni Lin Dan, Viktor Axelsen, Chen Long dan Kento Momota. 

Baca Juga: Jonathan Latumahina Kecewa Sidang Tuntutan Mario Dandy dan Shane Lukas Ditunda, Yakin Ada Sesuatu

Selanjutnya Anthony Ginting akan mengikuti Kejuaraan Dunia Bulutangkis di Copenhagen, Denmark pada 21-27 Agustus 2023 sebagai unggulan kedua. (kartika)