POJOKSATU.id - Duel panas akan tersaji pada perempat final Singapore Open 2026 sektor ganda putra.
Ganda putra andalan Indonesia,Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri akan menghadapi pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, di Singapore Indoor Stadium, Jumat (29/05/2026).
Laga Goh/Izzuddin (8) vs Fajar/Fikri (3) diagendakan pada match 4 Court 1, diperkirakan bertanding pukul 13.30 WIB.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit sejak awal gim. Kedua pasangan dikenal memiliki gaya bermain cepat dan agresif di depan net.
Baca Juga: Preview Alwi Farhan vs Kodai Naraoka, Duel Berat di Perempat Final Singapore Open 2026
Goh dan Izzuddin datang dengan status salah satu pasangan paling konsisten musim ini. Ganda Malaysia itu tampil impresif dalam berbagai turnamen BWF sepanjang 2026.
Sementara Fajar dan Fikri mulai menunjukkan chemistry yang semakin solid setelah dipasangkan dalam beberapa turnamen terakhir.
Menariknya, duel ini juga menjadi pertarungan dua negara dengan rivalitas panjang di sektor ganda putra.
Indonesia dan Malaysia selalu menghadirkan pertandingan panas dalam setiap pertemuan.
Goh/Izzuddin Lebih Stabil, Fajar/Fikri Punya Momentum
Pasangan Malaysia saat ini menempati ranking 8 dunia BWF dan peringkat pertama untuk ranking BWF World Tour Final.
Baca Juga: Alwi Farhan Kejutkan Dunia, Tumbangkan Shi Yu Qi di Singapore Open 2026
Konsistensi performa menjadi kekuatan utama Goh/Izzuddin musim ini.
Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin dikenal memiliki pertahanan rapat serta transisi menyerang yang sangat cepat.
Selain itu, keduanya juga tampil tenang pada poin-poin kritis. Faktor pengalaman membuat pasangan Malaysia sangat sulit dikalahkan dalam laga besar.
Pada musim 2026, Goh/Izzuddin berhasil menembus beberapa semifinal dan final turnamen level tinggi BWF World Tour.
Pencapaian itu membuat mereka semakin percaya diri menghadapi Singapore Open tahun ini.
Di sisi lain, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri mulai menemukan performa terbaik sebagai pasangan baru.
Baca Juga: PSG vs Arsenal: Prediksi Susunan Pemain dan Duel Taktik Final Liga Champions
Fajar membawa pengalaman dan ketenangan sebagai salah satu pemain senior Indonesia. Sementara Fikri menawarkan kecepatan dan agresivitas di area depan net.
Kombinasi itu mulai terlihat efektif dalam beberapa pertandingan terakhir.
Fajar/Fikri juga tampil cukup meyakinkan sejak babak awal Singapore Open 2026.
Mereka mampu mengatasi tekanan dan bermain disiplin saat menghadapi lawan-lawan kuat.
Momentum positif itu menjadi modal penting menghadapi unggulan ke-8 asal Malaysia itu.
Baca Juga: BGN Siap Hentikan Operasional Dapur MBG yang Tak Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita
Head to Head dan Strategi Jadi Penentu
Pertemuan antara kedua pasangan diprediksi berlangsung ketat karena kualitas permainan mereka tidak terpaut jauh.
Dalam rekor pertemuan sebelumnya, kedua pasangan saling mengalahkan (1-1).
Wakil Malaysia menang pada pertemuan pertama di perempat final Japan Open 2025, lalu Fajar/Fikri membalasnya di babak 8 besar China Masters 2025.
Fajar/Fikri tetap memiliki peluang besar jika mampu menjaga konsistensi permainan sejak awal laga.
Salah satu kunci pertandingan nanti adalah duel cepat di depan net. Goh dan Izzuddin terkenal sangat agresif saat mendapatkan bola tanggung.
Karena itu, Fajar dan Fikri harus disiplin menjaga servis serta pengembalian bola pertama.
Selain itu, rotasi pertahanan pasangan Indonesia juga harus berjalan sempurna. Jika terlambat menutup area belakang, pasangan Malaysia bisa sangat berbahaya.
Baca Juga: Nasib Guru PPPK 2022 Akhirnya Jelas, Kontrak Dipastikan Diperpanjang
Fajar kemungkinan akan berperan mengatur tempo permainan dan menjaga ketenangan pada momen penting.
Sementara Fikri diharapkan tampil agresif untuk menekan lawan lewat drive cepat dan permainan depan net.
Pertandingan ini juga diperkirakan berlangsung dengan intensitas tinggi dan reli cepat.
Dukungan penonton di Singapore Indoor Stadium dipastikan menambah atmosfer panas laga.
Bagi Indonesia, kemenangan atas Goh/Izzuddin akan membuka peluang besar melangkah hingga final Singapore Open 2026.
Namun pasangan Malaysia tentu tidak ingin langkah mereka terhenti begitu saja. Mereka datang dengan target besar meraih gelar juara.***

