POJOKSATU.Id - Dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026, duel antara Peru dan Brasil menjadi semakin menarik dengan Neymar yang terlibat dalam ritual misterius.

Bintang Tim Samba ini sudah disiapkan dengan serangkaian persiapan ajaib yang membuatnya semakin mencuri perhatian menjelang pertandingan seru di Estadio Nacional de Lima, Lima, Peru, pada Rabu (13/9/2023) pagi WIB.

Menurut laporan dari France24, para tabib tradisional yang berasal dari wilayah hutan, pegunungan.

Dan pesisir Peru telah memanggil untuk pelaksanaan ritual Tayta Inti guna membawa Neymar ke dalam kondisi yang kurang baik sebelum pertandingan.

Baca Juga: Gabung Al Hilal, Aleksandar Mitrovic Bakal Jadi Tandem Neymar

Dalam upacara ritual ini, mereka mendirikan altar yang dipenuhi dengan warna-warni, termasuk sebuah boneka Neymar yang diikat di bagian kakinya.

Altar tersebut juga didekorasi dengan pedang, jimat, bendera, dan foto pemain dari kedua tim.

Menariknya, ritual ini diadakan di luar stadion, menciptakan suasana yang sangat khusus menjelang pertandingan.

Sebelum memulai ritual, para dukun Peru mengonsumsi ayahuasca atau ramuan halusinogen serupa.

Selanjutnya, mereka menggunakan cangkang keong untuk meniup saat memulai upacara untuk Neymar.

Felix Rondan, salah satu dukun tersebut, menjelaskan bahwa tujuan dari ritual ini adalah membuat Neymar tampil tidak maksimal.

Baca Juga: Inilah Pemain Top Ketujuh Gabung Al Hilal, Setelah Bono dan Neymar

Dengan mengikat kaki boneka tersebut, mereka berharap agar Neymar mengalami kesulitan dalam pertandingan tersebut.

"Kami telah menetralisir Neymar dengan mengikat kakinya. Kami mengikatnya sehingga dia tidak dalam kondisi baik, dan tidak dapat berlari dan bermain dengan baik," ucap Felix Rondan.

Pada laga pertama, Brasil berhasil meraih kemenangan impresif dengan skor 5-1 saat melawan Bolivia, di mana Neymar mampu mencetak dua gol.

Sementara itu, Peru hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Paraguay.

Saat ini, Selecao memimpin klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2026, sementara Peru berada di peringkat keenam.***